Hidayatullah.com–Aksi mogok kuliah yang dilakukan oleh para mahasiswa Al Azhar pro Mursy bisa berdampak tidak lulusnya mereka dalam ujian semester yang sebentar lagi hendak digelar. Pasalnya para mahasiswa yang tidak menghadiri pelajaran 75 % tidak berhak untuk memasuki ruang ujian, demikian lansir Al Yaum As Sabi’ (25/11/2013).
Dr. Taufiq Nuruddin selaku wakil ketua rektor Al Azhar menyampaikan bahwa aksi mogok belajar para mahasiswa akan berhadapan dengan ketentuan pihak universitas yang menetapkan bahwa pelajar yang ketidak hadirannya mencapai 75 % dari jumlah kehadirannya, maka ia tidak diperkenankan masuk ruang ujian.
Adapun Dr. Abbas Syauman selaku wakil Al Azhar, menyatakan bahwa keputusan untuk mogok belajar bukanlah solusi. Ia menambahkan pesan kepada para mahasiswa,”Wahai anak-anak kembalilah pada akal sehat kalian. Sesungguhnya kalian bisa kehilangan masa depan”.
Sebagaimana diberikan oleh media, bahwa pihak mahasiswa Al Azhar pro Mursy melakukan protes kepada institusi Al Azhar dengan mogok kuliah, pasca ricuhnya demonstrasi hingga terjadi bentrok antara demonstran dan aparat yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari pihak demonstran.