Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Partai Komunis China yang Diprediksi segera Runtuh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 April 2014 10:51 10:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 April 2014 10:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Majalah ‘Foreign Policy'(FP) 18 April, 2014 melalui wakil editornya,  Isaac Stone Fish baru-baru ini menulis sebuah artikel yang membandingkan Partai Komunis Uni Soviet dan Institutional Revolutionary Party (singkatan bahasa Spanyol: PRI) atau Partai Komunis Meksiko, untuk memastikan runtuhnya Partai Komunis China (PKC).

Inilah tulisan Isaac yang ditranslate oleh Ephoctimes Indonesia yang memprediksi, Partai Komunis China (PKC) sebentar lagi bangkrut.

Terlepas berapa tahun PKC masih bertahan, namun gejalanya sudah tampak.

Pertama, PKC dalam pelaksanaan reformasi ekonomi menampakkan langkah yang goyah.

Kedua, Xi Jinping, Sekretaris Jenderal Partai Komunis China,   yang akhirnya  terpilih sebagai Presiden Republik Rakyat China (Tiongkok) pada Maret 2013  dinilai gagal. Dalam pembasmian korupsi kepemimpinan PKC terjerembak ke dalam ‘lumpur’ yang dalam, memaksa orang lain berpikir tentang apakah Partai akan mampu untuk mengatasinya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Terakhir, masyarakat Tiongkok sekarang lebih aktif berpikir, mereka makin peduli terhadap masalah polusi, kebebasan berbicara dan hubungan bilateral khususnya dengan negara-negara tetangga (terutama Jepang).

Sejak PKC merampas kekuasaan 65 tahun silam kemudian mendirikan Republik Rakyat China, yang perlu ditegaskan secara khusus adalah, partai dan negara merupakan 2 hal yang berbeda. Negara China telah ada jauh sebelum partai itu lahir.

Isaac Stone Fish berpendapat bahwa runtuhnya Partai Komunis Uni Soviet merupakan pelajaran terbaik bagi PKC.

Partai itu sudah lenyap sejak 1991, pemimpinnya seperti Lenin, Stalin dan Brezhnev telah masuk daftar orang jahat dunia.

Semalam sebelum runtuh Uni Soviet masih sebagai sebuah negara berpredikat ‘raksasa’, masih mampu berperan dalam perlombaan senjata dengan Amerika Serikat dan berperang selama 10 tahun di Afghanistan. Soviet saat itu menjadi miskin, perjalanan internasional dibatasi. Ekonomi terencana ala Moscow menyebabkan barang-barang yang diproduksi dalam negeri berkualitas buruk, tetapi barang impor langka di pasar.

Jatuhnya Partai Komunis Meksiko (PRI) lebih menunjukkan kepada PKC pada sifat tak terelakkannya keruntuhan. PRI telah berkuasa di Meksiko sejak 1929 hingga 2000.

Di bawah pemerintahannya, Meksiko menjadi negara dengan kediktatoran partai terlama di abad 20. Meskipun PRI dengan PKC berbeda dalam struktur dan ideologi, tetapi pengalaman mereka dan situasi mereka memiliki beberapa kesamaan yang menakjubkan. Mislanya, baik Meksiko maupun China sama-sama adalah bagian dari pasar global. Dalam masa belasan tahun terakhir sebelum PRI runtuh, walau sempat mengalami krisis ekonomi di era tahun 90-an, namun ekonomi Meksiko terus berkembang. China bahkan juga demikian.

Setelah Mao Zedong wafat pada 1976, PKC menggunakan sebagian besar waktu secara berhati-hati melakukan upaya demi eksistensi politiknya, untuk memperkukuh kekuasaan Partai. Hal ini sama seperti yang dilakukan oleh PRI antar 1980 – 1990. Berbeda dengan Partai Komunis Uni Soviet yang menggunakan sebagian besar waktunya untuk melakukan penindasan. Pada tahun 90-an, tak lama setelah Presiden Meksiko Carlos Salinas de Gortari turun dari jabatan, pembasmian korupsi diarahkan kepada saudara-saudara Carlos, selain korupsi mereka terbongkar, juga berhasil mengekspos keretakan dalam tubuh elit politik Meksiko.

Namun, PKC masih memanjakan diri pada perbedaannya dengan Uni Soviet. Mereka kemudian memproduksi sebuah film enam episode berdasarkan kisah sebuah buku terbitan 2012 yang diberi judul ‘Memperingati 20 tahun jatuhnya Partai Komunis Uni Soviet dan Republik Sosialis Uni Soviet’. Film ini telah puluhan kali diputar dalam setiap pertemuan politik PKC baru-baru ini.

Mantan Duta Besar Meksiko untuk Republik Rakyat China  Jorge Guajardo berpendapat bahwa PKC masih terobsesi dengan membanding-bandingkan diri dengan Partai Komunis Uni Soviet, ini sebenarnya sudah keliru dalam memilih objek.

Ia mengatakan kepada ‘FP’ bahwa dirinya sudah selama 6 tahun (2007 – 2013) berada di Tiongkok dan merasakan hidup seperti di Meksiko pada masa berkuasanya PRI.

Jorge Guajardo masih teringat ketika diundang ke Tiananmen untuk menyaksikan peringatan 60 tahun berdirinya RRT pada 1 Oktober 2009. Kegiatan dalam peringatan itu condong untuk mempromosikan lamanya kekuasaan dan legitimasi rezim PKC.

Pada kesempatan memeriksa barisan yang terdiri dari 10.000 anggota Angkatan Bersenjata China, Presiden Hu Jintao saat itu menerikkan, “Hidup Partai Komunis China”.*/bersambung artikel kedua

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Parpol Islam, Jangan Berkhianat Kepada Umat!
Tulisan selanjutnya Saksi Senkom: Video Adam Membuat Anggota Senkom Hilang Kepercayaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?