Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Terlibat Skandal Pemalsuan Riset Sel Punca Ilmuwan Jepang Bunuh Diri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Desember 2014 05:55 5:55 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Agustus 2014 08:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang ilmuwan terkemuka Jepang yang terlibat skandal pemalsuan hasil riset sel punca (stem cell) ditemukan meninggal di laboratoriumnya diduga karena bunuh diri.

Prof. Yoshiki Sasai, 52, terkenal alan penelitian sel punca dan sejumlah sel lain seperti jaringan pada mata dan otak. Dia ditemukan tewas oleh penjaga di RIKEN Centre for Development Biology di Kobe, Jepang, lansir BBC (5/8/2014).

Pria yang menjabat wakil pimpinan di lembaga riset itu termasuk ilmuwan yang disegani. Namun, awal tahun ini dua laporan penelitian yang disupervisi oleh Sasai menimbulkan kontroversi, setelah ilmuwan lain gagal mencoba meniru penelitian tersebut.

Kedua laporan riset yang dimuat dalam jurnal Nature edisi Januari 2014 mengatakan bahwa sel punca bisa dihasilkan dari sel normal orang dewasa dengan mencelupkannya kedalam cairan asam pH 5,7 selama 30 menit pada suhu 37 derajat Celsius lalu meletakkannya di cawan petri dan menumbuhkannya dalam pH normal.

Namun, para ilmuwan lain yang mencoba meniru cara tersebut menemui kegagalan dalam memproduksi sel punca. Sehingga muncul keraguan akan kebenaran isi laporan riset tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan penelitian itu kemudian diselidiki oleh RIKEN dan jurnal Nature menarik laporannya pada bulan Juli, karena khawatir sebagian isinya merupakan penipuan data penelitian.

Dr. Haruko Obokata sebagai penulis pertama laporan itu dinyatakan bersalah, sementara Sasai dinyatakan bersih, tidak terlibat langsung dalam manipulasi tersebut.

Meskipun demikian, Sasai dikecam karena gagal dalam mengawasi penelitian Dr. Obokata yang merupakan tanggungjawabnya.

Sebelum meninggal Sasai pernah menyatakan “sangat malu” atas masalah itu dan menyesali perannya dalam skandal tersebut.

Haruko Obokata dalam sebuah konferensi pers 9 April lalu di Osaka menangis di depan umum di bawah sorotan banyak kamera wartawan. Ilmuwan wanita yang modis dan bergaya metropolis itu meminta maaf atas “kesalahan” yang dilakukannya dalam penelitian sel punca yang sempat dianggap sebagai terobosan besar dalam ilmu pengetahuan itu. Meskipun meminta maaf, tapi dia bersikukuh mengatakan kesimpulan hasil penelitiannya itu akurat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komisi Pemilu Larang TV Tayangkan Iklan Kampanye Pilpres Erdogan
Tulisan selanjutnya Pemerintah Didesak Bentuk Badan Nasional Penanggulangan Ekstrimisme dan Liberalisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Terbaru

  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?