Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

FBI: Penembakan di San Bernardino California Kasus Terorisme

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Desember 2015 10:28 10:28 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Desember 2015 10:27
Bagikan
Tashfeen Malik dan suaminya Syed Rizwan Farook, pelaku penembakan di San Bernardino.
Bagikan

Hidayatullah.com—Penembakan massal di San Bernardino yang menewaskan 14 orang dan melukai belasan lainnya oleh sepasang suami-isteri sedang diselidiki sebagai kasus terorisme, kata FBI.

Direktur FBI James Comey hari Jumat (4/12/2015) mengatakan ada indikasi bahwa pasangan itu telah diradikalisasi.

Tashfeen Malik, 27, dan suaminya Syed Rizwan Farook, 28, tewas dalam baku tembak dengan aparat kepolisian setelah melakukan pembunuhan massal di San Bernardino, sebelah timur Los Angeles, California, pada hari Rabu (2/12/2015).

Comey mengatakan mereka “potensial terinspirasi” oleh kelompok-kelompok teror dari luar negeri.

Namun, Comey juga mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan keduanya bagian dari sebuah jaringan teroris.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Comey mengatakan, penyidikan saat ini masih tahap dini dan masih “banyak bukti yang tidak masuk akal,” lapor BBC.

Sebelumnya seorang juru bicara FBI mengatakan mereka juga menyelidiki laporan yang mengatakan bahwa Malik telah berbaiat kepada kelompok Negara Islam alias ISIS.

Wanita itu kabarnya menuliskan di laman Facebook kata-kata dukungan kepada pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi, dengan menggunakan nama lain. Namun, pesan itu kemudian dihapus.

Pengacara keluarga Farook hari Jumat (4/12/2015) mengatakan bahwa Farook dikenal sebagai lelaki penyendiri dan memiliki sedikit teman, sementara Malik adalah seorang ibu rumah tangga yang “perhatian dan bertutur kata lembut.”

Mereka mengatakan bahwa tidak ada bukti-bukti yang menunjukkan keduanya memiliki pandangan ekstrim.

Akan tetapi, keluarga mengetahui Farook memiliki dua pucuk senjata api dan teman-teman kerjanya mengolok-olok brewoknya, kata para pengacara keluarga itu.

Menyusul serangan di pusat pelayanan sosial Inland Regional Center hari Rabu itu, perlengkapan bom, senjata dan ribuan butir amunisi ditemukan di rumah pasangan itu.

Baca: Pelaku Penembakan di California Suami-Isteri Muslim, Dugaan Teror Sedang Diselidiki.

David Bowdich dari FBI mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa pihak berwenang berusaha mengambil data dari dua ponsel rusak yang ditemukan di sebuah tong sampah dekat lokasi kejadian.

Menurut Bowdich, ada sambungan telepon yang dilakukan antara pasangan itu dengan orang lain, yang sekarang menjadi perhatian aparat.

Penyelidik juga sedang menindaklanjuti laporan yang mengatakan bahwa Farook terlibat pertengkaran dengan seorang rekan kerjanya, yang mengecam “bahaya warisan Islam.”

Para wartawan yang diizinkan masuk ke dalam rumah oleh pemilik apartemen yang menyewakannya kepada pasangan itu berhasil memotret sejumlah barang pribadi milik Farook-Malik. Di antaranya, kartu yang menunjukkan Farook sebagai mahasiswa California State University, Fullerton.

Farook, yang bekerja sebagai inspektor untuk departemen kesehatan lingkungan di kota itu, merupakan putra dari pasangan imigran Pakistan dan dilahirkan di negara bagian Illinois, Amerika Serikat.

Tashfeen Malik diketahui lahir di Pakistan dan belum lama ini tinggal di Arab Saudi.

Reuters, yang mengutip keterangan seorang anggota keluarganya, melaporkan bahwa pihak intelijen Pakistan telah mengontak keluarga Malik yang ada di sana.

Penembakan di San Bernardino itu merupakan penembakan massal paling mematikan di Amerika Serikat, sejak 26 orang tewas dalam aksi penembakan di sebuah sekolah di Newtown, Connecticut, tahun 2012.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:san bernardino
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Geert Wilders: Turki Tak Akan Diterima Jadi Anggota Uni Eropa
Tulisan selanjutnya Surat Edaran Kemenag Jabar Waspadai Ceramah KH Athian Ali Ternyata Palsu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Berita
30 Agustus 2026 10:37
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?