Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Sri Lanka Redam Masalah Produk Halal

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Februari 2013 23:00 11:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Februari 2013 23:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para ulama Muslim di Sri Lanka berusaha meredakan ketegangan dengan meminta agar toko-toko menjual daging halal hanya kepada warga Muslim, menyusul protes oleh warga Buddhis yang menjadi mayoritas penduduk negara itu.

Produsen makanan memasang label halal di produk mereka, namun warga Buddhis keberatan dengan mengatakan mereka seharusnya tidak dipaksa untuk mengkonsumsi makanan yang dibuat menurut aturan Islam.

Warga Buddha berpendapat, sertifikat halal menunjukkan “pengaruh berlebihan” dari Muslim dan hal itu merupakan “sikap bermusuhan” kepada non-Muslim.

Para ulama Muslim mengatakan, boikot produk halal yang digelar oleh kelompok garis keras Bodu Bala Sena, atau Pasukan Kekuatan Buddhis, menimbulkan ketegangan yang bisa menyebabkan kerusuhan di negara yang baru saja pulih dari perang etnis puluhan tahun itu.

Majelis Ulama Sri Lanka yang mengeluarkan sertifikat halal meminta agar para peritel memastikan hanya menjual produk halal kepada warga Muslim.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami ingin menggalang kehidupan bersama yang damai dan harmonis,” kata Mufti Rizwe, pimpinan ulama Sri Lanka kepada reporter di Kolombo, seraya meminta agar toko-toko memisahkan produk halal dan non-halal, lapor AFP (21/2/2013).

Pekan lalu ribuan orang Buddhis turun ke jalan guna menuntut agar toko-toko di seluruh negara itu mengosongkan stok barang halal dari rak-rak mereka sebelum bulan April.

Biarawan Buddhis Nasionalis dan para pendukungnya juga melancarkan boikot atas daging halal dan prosuk-produk lain yang berlabel halal.

Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapakse, seorang Buddhis, mendesak para biarawan agar tidak menyulut kebencian agama dan kekerasan, di tengah-tengah maraknya serangan dan intimidasi yang menarget bisnis warga Muslim.

Pasukan Buddhis mengaku tidak terlibat dalam penyerangan dan intimidasi terhadap Muslim, dengan mengatakan pelakunya adalah “kelompok yang menyerupai” mereka.

Dari Kolombo reporter BBC Charles Haviland, Ahad (17/2/2013), melaporkan terjadi beberapa serangan terhadap masjid-masjid dan bisnis milik warga Muslim.

Gereja dan rohaniwannya juga mendapat serangan.

Ribuan warga Buddhis pria dan wanita yang berkumpul di daerah Maharagama itu mengecam cara penyembelihan hewan menurut Islam. Para pemuda di antara mereka mengenakan kaos berwarna putih bertuliskan “No Halal”.

Pimpinan kelompok pengunjuk rasa itu, Venerable Galaboda Aththe Gnanasara kepada para pengunjuk rasa mengatakan bahwa biarawan Buddhis yang bisa menyelamatkan mereka, menunjuk pada Buddha Sinhala. Dia mengatakan Muslim dan Kristen ekstrimis mengancam Buddhis, dan ratusan biarawan siap untuk bertempur.

Negara kita adalah negara Sinhala dan kita adalah polisi tidak resminya,” kata Gnanasara, dikutip BBC.

Haviland dalam laporannya menceritakan tentang serangan dari orang-orang Buddhis terhadap tim reportasenya usai meliput unjuk rasa itu.

Tim BBC yang beranggotakan tiga orang dan pengemudinya diancam dengan kekerasan oleh sekitar 20 pemuda Buddhis yang menyuruh mereka keluar dari kendaraan.

Sejumlah polisi kemudian datang, mereka memandangi kolega Haviland yang merupakan warga Sri Lanka dan menyerang mereka dengan kata-kata cercaan seperti “pengkhianat”, menuding mereka memiliki “orangtua asing” dan “bekerja untuk negara asing melawan Sri Lanka.”

Orang-orang Buddhis itu mengancam tim reportase BBC dengan mengatakan, jika berani kembali ke daerah Maharagama –mayoritas penduduknya Buddhis– maka itu akan menjadi “akhir” dari hidup mereka.

Polisi menciduk beberapa pemuda Buddhis yang agresif, tetapi mereka kelihatan berpihak kepada para pengunjuk rasa dengan membarikade kendaraan tim BBC, menyebut mereka sebagai orang-orang yang “mencurigakan” dan meminta agar tidak meninggalkan tempat itu sampai atasannya menyuruh mereka pergi. Saat menanti kedatangan komandan polisi, warga Buddhis mengerumuni mobil dan mengambil foto tim BBC. Setelah komandan polisi itu tiba, tim reportase BBC diperbolehkan pergi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jamaah Subuh Merosot, DKMA Banda Aceh adakan Program ‘Subuh Keliling’
Tulisan selanjutnya Hamas Minta Mesir Tidak Menghancurkan Terowongan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?