Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kameramen Al Jazeera Ditembak di Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Desember 2015 07:18 7:18 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Desember 2015 07:18
Bagikan
Ibrahim saat terluka
Bagikan

Hidayatullah.com–Kameramen Al Jazeera, Zakaria Ibrahim telah meninggal enam hari setelah mengalami luka akibat terkena pecahan peluru saat meliput pemboman tentara Suriah di provinsi Homs.

Ibrahim, yang meninggal akibat luka-lukanya pada hari Senin (7/12/2015), berada di Desa Teldo untuk melaporkan apa yang diharapkan menjadi gencatan senjata di antara pembebasan dan pasukan Presiden Bashar al-Assad.

“Kru Al Jazeera sedang bersiap untuk melaporkan gencatan senjata yang telah disepakati sebelum pasukan rezim (Assad) menargetkan Teldo,” ujar Jalal Abu Sulaiman, seorang wartawan Al Jazeera di kota tersebut.

Ibrahim terkena pecahan peluru saat menyuting pemboman tersebut kata Abu Sulaiman. Pecahan pelurunya telah diangkat pada hari yang sama oleh staf medis, namun kondisinya tetap kritis.

Ibrahim bekerja sebagai juru kamera Al Jazeera selama lebih dari satu tahun dan telah memfilmkan banyak kejadian terkait perang dan perjanjian damai di Homs.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Homs menjadi saksi bisu atas protes terbesar pemberontakan awal terhadap Assad dan kemudian beberapa pertempuran sengit ketika pasukan oposisi mulai angkat senjata sebagai pengambilan tindakan keras oleh pemerintah.

Rezim Assad mengendalikan sebagian besar wilayah Homs, kecuali beberapa daerah di bagian utara. Beberapa penawaran perdamaian telah disepakati antara pasukan rezim dan kelompok pembebasan di berbagai tempat di Homs dalam beberapa hari terakhir.

Lebih dari 250 ribu orang tewas sejak konflik Suriah yang dimulai pada bulan Maret 2011, beberapa wartawan Al Jazeera ada di antara mereka.

September lalu, Ahmad Abdel Karim Masalameh, seorang wartawan Al Jazeera di Deeram, meninggal saat meliput pertempuran di sana.

Desember 2014, Mahran Al Dairi meninggal saat melaporkan bentrokan antara pasukan rezim dan pemberontak di Deraa.

Mohammad Jalil al-Qasem meninggal pada September 2014 di pinggiran Kota Idlib.

Pada tanggal 4 Desember 2013 kameramen Yasser al-Jumaili ditembak beberapa kali saat ia tengah mencoba meninggalkan Suriah dengan berjalan setelah menyelesaikan tugas.

Januari 2013, Mohammad al-Hourani, seorang koresponden Al Jazeera di Deraa, juga tewas dibunuh oleh sniper di pinggiran Busra al-Harir.

Suriah adalah negara paling berbahaya di dunia bagi wartawan saat ini, menurut Komite untuk Melindungi Wartawan. Sejak awal pemberontakan, puluhan wartawan tewas dan sejumlah lainnya diculik.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al JazeeraAljazeerasuriahwartawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keamanan Pilkada Serentak, Politisi PKS Berharap Fungsi Intelijen Berjalan Optimal
Tulisan selanjutnya MUI Jabar Klarifikasi Surat Edaran Palsu “Ajaran Wahabi Salafi Ekstrim”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?