Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berhasil! 12 Anak “Babi Liar” dan Pelatihnya Keluar dari Gua Banjir di Thailand

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Juli 2018 20:59 8:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Juli 2018 20:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kepala misi penyelamatan 12 anak Thailand dan seorang pelatihnya yang terjebak di dalam gua Tham Luang di Chiang Rai, Narongsak Osottanakom, hari Selasa malam (10/7/2018) mengumumkan bahwa operasi yang mereka laksanakan berhasil.

Dilansir BBC, dalam konferensi pers sekitar pukul tujuh malam waktu setempat Osottanakom menyebut tim penyelamat anggota tim sepakbola remaja Wild Boars (Babi Liar) dan pelatihnya itu merupakan “United Nations Team” karena terdiri dari banyak personel dan sukarelawan mancanegara seperti Inggris, China, Myanmar, Laos, Australia, Amerika Serikat, Jepang dan banyak negara lain.

Tim sepakbola Wild Boars –berusia antara 11 dan 16 tahun– dan seorang pelatih mereka pada 23 Juni terjebak di dalam gua Tham Luang ketika mereka sedang menjelajah dan mencari tempat untuk merayakan ulang tahun ke-17 salah satu temannya usai berlatih sepakbola. Hujan deras tiba-tiba mengguyur wilayah perbukitan dekat pantai itu, sehingga air resapan tanah membanjiri gua tempat mereka berada. Malang, mereka tidak dapat keluar karena air tidak kunjung surut.

Di hari Senin tanggal 2 Juni, dua penyelam Inggris menemukan mereka berada jauh di dalam gua. Sayangnya, anak-anak itu tidak bisa langsung keluar, karena gua banjir, dan seperti dikatakan kedua penyelam tersebut mereka harus berenang dan menyelam untuk bisa keluar dari tempat itu.

Tidak kurang dari 1.000 orang dari Thailand dan berbagai negara –dengan perannya masing-masing– terlibat dalam upaya penyelamatan 12 anak dan seorang pelatihnya itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Operasi penyelamatan terakhir (tahap ketiga) dilakukan mulai pukul 10 pagi hari Selasa ini. Dua operasi sebelumnya, hari Ahad dan Senin, tim penyelamat berhasil mengeluarkan 4 anak di masing-masing tahap.

Dilansir The Guardian, empat anak yang diselamatkan dalam tahap pertama, dipertemukan di rumah sakit pusat di Chiang Rai pada Senin malam kemarin, dengan dibatasi jendela kaca.

Pejabat kesehatan publik setempat mengatakan mereka akan memutuskan hari Selasa ini apakah 4 anak yang diselamatkan dalam tahap kedua juga sudah dapat dipertemukan dengan keluarganya.

Mereka dipertemukan melalui jendela kaca untuk mencegah terjadinya infeksi, untuk pengendalian penyakit, kata Osattankom.

“Jika hasil tes laboratorium negatif –tidak ada infeksi atau penyakit apapun– mereka dapat dikunjungi, tetapi mereka harus mengenakan jubah medis, masker penutup muka dan penutup rambut,” imbuhnya.

Setidaknya mereka harus menjaga jarak 2 meter dari anak-anak itu selama sedikitnya 48 jam, sampai tim medis benar-benar yakin tidak ada infeksi dan mereka dapat dikunjungi secara normal.

Dua anak dari kelompok pertama yang diselamatkan, yang katanya berusia 14 dan 16 tahun, menunjukkan tanda kemungkinan pneumonia dan semuanya bersuhu tubuh sangat rendah ketika tiba pada hari Ahad malam. Namun, sekarang mereka sudah tidak demam dan dapat melakukan aktivitas normal, kata Jesada Chokedamrongsuk, dokter dari Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, seraya menambahkan mereka masih harus menjaga makanannya.

Empat anak yang diselamatkan di tahap kedua dan tiba di rumah sakit Senin malam, yang berusia antara 12 dan 14 tahun, datang dengan suhu tubuh yang rendah. Salah satunya bahkan dengan detak jantung yang lemah. Akan tetapi berkat perawatan dokter, mereka semua sekarang sudah segar dan ceria, kata Chokedamrongsuk. Keempat anak ini akan menjalani pemeriksaan seksama di bagian mata, tingkat nutrisi dan kesehatan mentalnya. Sampel darah mereka juga akan dikirim ke Bangkok guna diperiksa apakah ada penyakit infeksi.

Semua anak mengalami peningkatan jumlah sel darah putih, yang mengindikasikan terjadinya infeksi, imbuh Chokedamrongsuk.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IRESS Ingatkan Jokowi Tak Gegabah soal Kontrak Freeport
Tulisan selanjutnya Soal “Masjid Terpapar Radikalisme”, Dr Henri: Tak Semua Penelitian Menjelaskan Fakta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?