Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Terdampar di Kamboja Pengungsi Iran Pilih Pulang Kampung

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Maret 2016 18:16 6:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Maret 2016 18:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dua pengungsi asal Iran yang dipindah ke Kamboja di bawah kesepakatan senilai A$55 juta dengan Australia akhirnya memilih kembali pulang ke Iran.

Seorang juru bicara untuk Menteri Imigrasi Australia Peter Dutton mengkonfirmasi bahwa pasangan suami-istri itu telah meninggalkan Kamboja.

Hanya dua dari lima pengungsi yang dipindahkan oleh Australia ke Kamboja yang masih tersisa.

Australia berjanji akan memberikan Kamboja dana A$40 juta berupa bantuan dan A$15 juta biaya relokasi jika bersedia menampung para pendatang asing yang ditolak negeri kangguru itu.

Dana itu akan dibayarkan tanpa ada batasan jumlah orang asing yang akan dipindahkan Australia ke Kamboja.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah Australia masih memberlakukan kebijakan di mana pencari suaka yang tiba dengan menggunakan perahu akan dikirim ke pusat-pusat penampungan pengungsi di luar wilayahnya, seperti di negara Nauru di kawasan Pasifik atau di Pulau Manus wilayah Papua New Guinea.

Pasangan suami-istri asal Iran itu merupakan bagian dari angkatan pertama pengungsi yang bersedia direlokasi dari Nauru ke Kamboja pada Mei 2015.

Seorang pengungsi Rohingya yang termasuk dalam kelompok itu kembali ke Myanmar pada Oktober 2015, karena rindu kampung halaman.

Seorang pria Iran bagian dari kelompok itu masih berada di Kamboja, bersama dengan pengungsi kelima yang dipindah ke sana tahun lalu.

Dalam pernyataannya hari Selasa (8/3/2016) juru bicara Dutton itu menegaskan bahwa pemerintah Australia memegang teguh kebijakannya yang akan merelokasi ke negara ketiga para pendatang asing yang berusaha ke Australia lewat jalur laut, lapor BBC.

Juru bicara urusan imigrasi dari kelompok oposisi Richard Marles kepada Australian Broadcasting Corps (ABC) mengatakan bahwa kesepakatan Australia dengan Kamboja itu “lelucon mahal”, yang menunjukkan kegagalan pemerintah dalam melobi negara ketiga untuk bersedia menampung para pendatang asing yang ditolak Australia.

Perdana Menteri Papua New Guinea Peter O’Neill pekan lalu memperingatkan bahwa negaranya tidak memiliki sumber daya untuk menampung para pengungsi dan pencari suaka di Pulau Manus.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Siapa Memaafkan Disaat Mampu Membalas, Baginya Surga
Tulisan selanjutnya Pemimpin Senior ISIS Umar Al-Shishani Dikabarkan Tewas dalam Serangan Udara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?