Hidayatullah.com—Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen mengatakan akan segera mengusulkan legislasi untuk melakukan pemeriksaan keamanan atas setiap calon kadet Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman), setelah badan intelijen militer (MAD) mengidentifikasi 20 orang ‘islamis’ berada di sejumlah jenjang kepangkatan militer.
Perlu diketahui, istilah islamis disalahgunakan oleh media dan negara Barat untuk menyebut Muslim yang terkait dengan kelompok militan.
Dilansir Deutsche Welle dari laporan Funke Mediengruppe hari Sabtu (5/11/2016), RUU yang direncanakan digodok parlemen pada pekan-pekan mendatang itu akan menyebabkan pihak militer harus melakukan pemeriksaan tambahan 20.000 pertahun.
Saat ini undang-undang menyebutkan bahwa pemeriksaan keamanan atas seorang calon kadet boleh dilakukan setelah yang bersangkutan diterima menjadi anggota Bundeswehr.
Seorang juru bicara MAD mengatakan ada 60 kasus potensial tambahan di Bundeswehr yang sedang diselidiki terkait masalah yang sama.
Menurut jubir itu, kantor-kantor perekrutan calon tentara Jerman menerima pertanyaan dari sejumlah orang yang mengaku ingin bergabung dengan Bundeswehr, hanya beberapa bulan sebelum latihan intensif penggunaan senjata dan perlengkapan perang dimulai.
Pertanyaan-pertanyaan yang masuk itu menimbulkan kecurigaan bahwa orang dari kelompok militan berusaha mendapatkan pelatihan militer dengan cara masuk ke Bundeswehr.
Tahun lalu MAD sudah mengeluarkan peringatan bahwa kemungkinan milisi Islam menyalah gunakan kesempatan yang ditawarkan pihak militer Jerman.
Dalam usulan legislasinya, Kementerian Pertahanan menyontohkan sejumlah insiden di negeri lain, seperti Afghanistan, di mana kelompok teror mendesak anggotanya yang ada di dinas kemiliteran untuk menembak koleganya atau pasukan asing dari negara sekutu.
Pihak keamanan Jerman meningkatkan kewaspadaannya setelah dua orang yang diklaim sebagai anggota ISIS melancarkan serangan pada musim panas tahun ini. Kedatangan 900.000 pengungsi dan migran tahun lalu, kebanyakan asal Timur Tengah, menambah kekhawatiran pihak keamanan yang menduga ada anggota militan Islam menyusup di antara para pencari suaka.*