Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menunjukkan ketakutannya yang serius terhadap cara pemilihan perlemen Rusia. Sementara itu, Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa mengumumkan bahwa pemilu yang diselenggarakan di Rusia tersebut terlihat banyak pelanggaran.
Di sisi lain, Partai Komunis menuduh partai yang tengah berkuasa sekarang di Rusia telah melakukan kecurangan mengenai jumlah suara.
Dalam konferensi pers, Clinton mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki kekhawatiran baru terhadap pemilihan umum di Rusia. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa, Clinton membeberkan pemalsuan daftar pemilih dan upaya-upaya pengisian kotak suara dengan kertas-kertas pemilihan.
Clinton juga prihatin tentang adanya pelecehan terhadap pengamat pemilu independen di Rusia, dan adanya serangan terhadap situs internet mereka.
Menurut laporan tersebut, proses pemilu Rusia memang sudah terorganisasi. Namun proses itu semakin memburuk ketika penghitungan suara, dengan adanya berbagai pelanggaran.
Laporan itu, menurut laman Aljazeera, juga menunjukkan adanya persaingan politik yang tidak bebas dan tidak adil selama kampanye pamilu.*