Hidayatullah.com–Utusan PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah mengatakan pada hari Rabu (06/12/2017) bahwa status masa depan Yerusalem (Baitul Maqdis) harus dirundingkan antara Israel dan Palestina, dan memperingatkan dampak tindakan apapun atas kota yang disengketakan tersebut. Demikian laporan AFP dikutip Arab News pada hari yang sama.
“Sekjen PBB telah berkali-kali berbicara mengenai masalah ini … dan dia telah mengatakan bahwa kita semua harus sangat berhati-hati dengan tindakan yang kita ambil karena dampak tindakan tersebut,” kata Nickolay Mladenov pada sebuah konferensi menjelang rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel.
“Masa depan Baitul Maqdis adalah sesuatu yang perlu dirundingkan dengan Israel, dengan Palestina, duduk berdampingan secara langsung dalam perundingan.”/Abd Mustofa