Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mahathir dan Proses Damai di Patani

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Mei 2018 15:34 3:34 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Mei 2018 15:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mahathir Mohamad, calon Perdana Menteri Malaysia yang usia 92 tahun mengumumkan pembentukan pemerintahan nasional Malaysia secepat mungkin.

Setelah berhasil menggulingkan pemerintah koalisi yang berkuasa mencapai 61 tahun dalam pemilihan umum bersejarah. Hal tersebut menggetarkan tidak hanya dalam negeri namun Thailand sebagai negara tetangga harus mengambil pelajaran dari malaysia kali ini yang akan mempengaruhi hubungan politik dan hubungan internasional Thailand.

Profesor Dr. Abdulraning Setae dari Perguruan Tinggi Pendidikan Agama Islam, Prince of Songkhla University (PSU) Pattani Campus, mengharapkan bahwa pemerintahan baru Malaysia dibawah pimpinan Dr.Mahathir Mohamad akan berperan lebih meningkat dalam proses perundingan damai di Patani, Thailand bagian selatan.

Baca: GEMPITA: Muslim Patani Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Dosen studi Timur Tengah ini mengatakan kepada BBC Thai melalui wawancara telepon bahwa Mahathir adalah seorang yang pernah berperan tentang negosiasi damai sebelum ini, dengan menerima tugas sebagai konektor pembicaraan antara perwakilan pihak Thailand dan kelompok gerakan pembebasan rakyat Patani di Pulau Langkawi tahun 2005, setahun setelah terjadi serangan perampokan senjata tentara di kampPileng, Narathiwat. Dan merupakan masa awal-awal cetusan manifesto revolusi rakyat Patani di wilayah itu.

Demikian menunjukkan bahwa Mahathir juga terlibat sebagai pendukung untuk melahirkan perubahan di wilayah perbatasan selatan sebelum ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia menambahkan bahwa pemerintah dari  Pakatan Harapan (PH) akan berproses  dan sangat mungkin bahwa akan ada proses yang lebih maju  daripada yang pernah dilakukan Najib Razak sebelumnya.

Baca: Malaysia Ingin Memediasi Konflik di Thailand Selatan

Dari sebelumnya pernah menjadi konektor dan fasilitator, dan kemunginan besar akan beralih menjadi mediator dalam negosiasi seterusnya. Oleh karena Malaysia pernah sukses dalam negosiasi damai di Mindanao, perdamai antara pemerintah Filipina dan Barisan Pembebasan Islam Moro (MILF) sebelum ini.

“Malaysia memandang wilayah perbatasan selatan yang memiliki wilayah terhubung, bahwa ada kedekatan terutama persaudaraan, etnis, bahasa, dan agama maka itu untuk memberidukungan dengan kelompok pembebasan kawasan ini. Sementara ini situasi sedang berubah, sebelumnya mungkin hanya dilihat dalam satu dimensi ini saja tetapi kemudian Malaysia berpaling memandang dalam dimensi hubungan antara pemerintah, alhasil membuat Malaysia berpaling mengambil peran sebagai mediator dalam negosiasi disebabkan situasi kawasan ini masih berdampak sampai ke Malaysia,” katanya.

Abdulraning juga mengatakan bahwa pemerintah Thailand juga harus berubah karena menilai tidak mampu memecahkan masalah ini lagi, dalam waktu dekat ini akan ada banyak kesempatan bagi orang setempat untuk melihat kedamain yang diandalkan selam ini”.

Kendati demikian wakil Perdana Menteri Thailand, Jenderal Prawit Wongsuwan yang berfungsi menjaga masalah keamanan nasional, memberi wawancara, dia meyakinkan bahwa proses negosiasi damai wilayah perbatasan selatan masih dapat meneruskan meskipun Malaysia mendapatkan pemerintahan baru, disebakan kedua pemerintah Thailand dan Malaysia selalu menjalin hubungan baik selama ini.*/ AM Faton

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:MahathirMahathir MohamadPataniPattaniProses DamaiThailand Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anies Dorong Masjid Berfungsi Optimal Seperti di Era Rasulullah
Tulisan selanjutnya Israel gaza Israel Tingkatkan Keamanan, Cegah ‘Pembalasan’ Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?