Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Edward Snowden Berharap Suaka di Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 September 2019 06:14 6:14 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 September 2019 08:07
Bagikan
Edward Snowden.
Bagikan

Hidayatullah.com—Edward Snowden ingin mendapatkan suaka di Prancis, menurut sebuah wawancara yang dipublikasikan hari Sabtu (14/9/2019). Bekas pekerja kontrak dinas-dinas intelijen Amerika Serikat itu tinggal di Rusia sejak membocorkan banyak dokumen tentang aksi pengintaian besar-besaran yang dilakukan AS melalui jaringan telekomunikasi dan internet pasca 9/11.

Dilansir RFI, Snowden sudan mengajukan permohonan suaka di Prancis pada tahun 2013 semasa pemerintahan presiden Francois Hollande. Dia mengatakan kepada radio France Inter bahwa dirinya berharap Presiden Emmanuel Macron memenuhi permohonannya.

“Hal yang paling menyedihkan dari keseluruhan kosah ini adalah satu-satunya tempat yang dimiliki seorang whistleblower Amerika untuk didengar adalah bukan di Eropa melainkan di sini di Rusia,” kata Snowden dalam cuplikan wawancara yang edisi lengkapnya dipublikasikan hari Senin (16/9/2019).

Sampai saat ini, lebih dari sepuluh negara telah menolak permintaan suaka pemuda 36 tahun itu, sehingga menyebabkannya mempertanyakan cara berpikir dan “sistem yang kita jalani saat ini.”

Buku memoar Snowden akan dipublikasikan hari Selasa (17/9/2019) di sekitar 20 negara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Snowden dulu pernah bekerja untuk dinas intelijen Amerika Serikat CIA dan National Security Agency (NSA), tetapi dia hidup di Rusia sejak 2013 setelah membocorkan ribuan dokumen tentang kebijakan dan aksi pengintaian besar-besaran oleh Amerika Serikat lewat beragam media komunikasi.

Amerika Serikat menuding Snowden membahayakan keamanan negara. Dakwaan spionase yang dituduhkan kepadanya dapat mengantarkan pemuda pakar IT itu mendekam dalam penjara puluhan tahun.

Dalam sebuah rekaman video yang diunggah di akun Twitter-nya, Snowden mengatakan pekan lalu bahwa “semua yang kita lakukan sekarang diingat selamanya, bukan karena kita ingin mengenangnya kembali tetapi karena kita tidak diperbolehkan untuk melupakannya. Dia merujuk segala macam data yang dikumpulkan oleh dinas-dinas intelijen Amerika Serikat, termasuk data remeh-temeh pembicaraan telepon, media sosial dan foto-foto individu yang pernah diunggah ke internet.

“Membantu menciptakan sistem itu merupakan penyesalan saya yang terbesar,” kata Snowden.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:CIAEdward SnowdenNSA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kehadiran Gereja Pantekosta Brazil Tak Diinginkan di Berlin
Tulisan selanjutnya Prof Sam Abede Pareno Ajak Mahasiswa Muslim Teladani Habibie

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?