Hidayatullah.com—Edward Snowden ingin mendapatkan suaka di Prancis, menurut sebuah wawancara yang dipublikasikan hari Sabtu (14/9/2019). Bekas pekerja kontrak dinas-dinas intelijen Amerika Serikat itu tinggal di Rusia sejak membocorkan banyak dokumen tentang aksi pengintaian besar-besaran yang dilakukan AS melalui jaringan telekomunikasi dan internet pasca 9/11.
Dilansir RFI, Snowden sudan mengajukan permohonan suaka di Prancis pada tahun 2013 semasa pemerintahan presiden Francois Hollande. Dia mengatakan kepada radio France Inter bahwa dirinya berharap Presiden Emmanuel Macron memenuhi permohonannya.
“Hal yang paling menyedihkan dari keseluruhan kosah ini adalah satu-satunya tempat yang dimiliki seorang whistleblower Amerika untuk didengar adalah bukan di Eropa melainkan di sini di Rusia,” kata Snowden dalam cuplikan wawancara yang edisi lengkapnya dipublikasikan hari Senin (16/9/2019).
Sampai saat ini, lebih dari sepuluh negara telah menolak permintaan suaka pemuda 36 tahun itu, sehingga menyebabkannya mempertanyakan cara berpikir dan “sistem yang kita jalani saat ini.”
Buku memoar Snowden akan dipublikasikan hari Selasa (17/9/2019) di sekitar 20 negara.
Snowden dulu pernah bekerja untuk dinas intelijen Amerika Serikat CIA dan National Security Agency (NSA), tetapi dia hidup di Rusia sejak 2013 setelah membocorkan ribuan dokumen tentang kebijakan dan aksi pengintaian besar-besaran oleh Amerika Serikat lewat beragam media komunikasi.
Amerika Serikat menuding Snowden membahayakan keamanan negara. Dakwaan spionase yang dituduhkan kepadanya dapat mengantarkan pemuda pakar IT itu mendekam dalam penjara puluhan tahun.
Dalam sebuah rekaman video yang diunggah di akun Twitter-nya, Snowden mengatakan pekan lalu bahwa “semua yang kita lakukan sekarang diingat selamanya, bukan karena kita ingin mengenangnya kembali tetapi karena kita tidak diperbolehkan untuk melupakannya. Dia merujuk segala macam data yang dikumpulkan oleh dinas-dinas intelijen Amerika Serikat, termasuk data remeh-temeh pembicaraan telepon, media sosial dan foto-foto individu yang pernah diunggah ke internet.
“Membantu menciptakan sistem itu merupakan penyesalan saya yang terbesar,” kata Snowden.*