Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Prancis Macron Dikecam Karena Menggunakan Retorika Kolonial di Beirut

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 10 Agustus 2020 16:34 4:34 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 10 Agustus 2020 16:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Lebanon pada hari Kamis (06/08/2020) memicu kontroversi di antara pengguna media sosial.

Macron mengunjungi Lebanon pada hari Kamis dan bertemu dengan para pejabat negara itu dan mengunjungi Jalan Gemmayzeh, yang dianggap daerah paling terpengaruh di Beirut.

Presiden Prancis berbicara dengan warga dan meyakinkan mereka bahwa Prancis akan memberikan bantuan kepada rakyat, bukan kepada pejabat.

Sebuah ledakan dahsyat terjadi di Pelabuhan Beirut pada hari Selasa (04/08/2020), menyebabkan sedikitnya 154 orang tewas, sekitar 5.000 terluka dan puluhan orang masih hilang di bawah reruntuhan.

Menurut investigasi awal, ledakan terjadi di Bangsal 12 pelabuhan, yang dikonfirmasi pihak berwenang mengandung sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang sangat eksplosif, yang disimpan sejak 2014.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Wartawan Palestina yang berbasis di Iran Abdelkader Fayez menyatakan bahwa Macron bertindak seperti koloni Prancis,  “Mengesampingkan krisis internalnya dan kegagalan internasional, dan bertindak seolah-olah Lebanon adalah koloni Prancis, berbicara tentang perubahan rezim, kontrak politik baru, dan Lebanon baru,” ujarnya dikutip oleh Middle East Monitor.

Fayez menambahkan dalam tweetnya, “Seolah-olah Prancis sedang berinvestasi dalam bencana Beirut, untuk memposisikan dirinya kembali di wilayah di mana perannya telah sangat menurun.”

Sejarawan Palestina yang berbasis di Inggris Bashir Nafie juga berkicau: “Prancis sudah lama tidak menyaksikan seorang presiden yang tidak mampu mengekang ambisi imperialisnya seperti Emmanuel Macron.”

“Pria itu tanpa malu-malu mengumumkan bahwa dia sedang dalam proses menetapkan kontrak baru untuk kehidupan politik Lebanon, dan dia berperilaku selama kunjungan singkatnya ke Beirut yang dilanda bencana seolah-olah Lebanon masih menjadi koloni Prancis,” tambah Nafie.

Sementara, aktivis Yaman Yamani Bin Islam Al-Salmi berkica, “Kita hidup di abad ke-21, dan dunia telah menjadi sebuah desa. Era kolonialisme telah lama berlalu, kecuali dalam mentalitas Presiden Prancis Macron.”

Al-Salmi menegaskan: “[Macron] bertindak dan menyatakan perubahan politik, sosial, dan ekonomi di Lebanon, seolah-olah Lebanon masih merupakan koloni Prancis atau perkebunan miliknya.”

Seorang pengguna Twitter Mesir bernama Noureddine menyatakan: “Macron berbicara tentang Lebanon baru dan ekonomi yang lebih baik seolah-olah Lebanon adalah koloni Prancis. Situasinya dihitung jauh melampaui emosi. ”

Banya pengguna Twitter yang kemudian mengejek Macron dengan menambahkan “Bonaparte” ke belakang namanya, merujuk pada pemimpin kolonial Prancis di awal abad 19, Napoleon Bonaparte.

Sementara itu, hampir 60.000 orang justru menandatangani petisi yang menyerukan agar Lebanon ditempatkan di bawah mandat Prancis selama 10 tahun ke depan. Petisi tersebut menyerukan pengenaan mandat Prancis karena krisis politik dan ekonomi saat ini, yang dianggap akibat kesalahan elit penguasa.

“Pejabat Lebanon dengan jelas menunjukkan ketidakmampuan total untuk mengamankan dan mengelola negara,” kata petisi tersebut. “Dengan sistem yang gagal, korupsi, terorisme dan milisi, negara baru saja menghembuskan nafas terakhir. Kami percaya Lebanon harus kembali di bawah mandat Prancis untuk membangun pemerintahan yang bersih dan tahan lama.”

Lebanon sedang menderita krisis ekonomi terburuk dalam sejarah negara itu dan sedang berjuang untuk memerangi pandemi virus korona. Bagi banyak orang, ledakan hari Selasa adalah pukulan terakhir. Ketika 2.750 ton amonium nitrat meledak – disimpan dengan tidak aman di pelabuhan Beirut selama enam tahun – ledakan itu menghancurkan kota, menewaskan sedikitnya 145 orang dan melukai ribuan lainnya.

Amonium nitrat tiba di Beirut pada 2013 di atas kapal kargo berbendera Moldavan yang berhenti tak terjadwal karena masalah teknis. Kepala bea cukai pelabuhan kemudian memohon kepada “hakim masalah mendesak” untuk mengekspor kembali atau menjual bahan peledak, menurut Associated Press (AP), tetapi permohonan itu tidak didengar.

Pada hari Rabu, pemerintah Lebanon mengumumkan penyelidikan lima hari atas ledakan tersebut. Namun, mantan pemimpin partai, kepala pemerintahan sebelumnya dan mufti agung Lebanon menyerukan penyelidikan internasional.

Ledakan ini memperdalam keluhan negara yang telah menderita akibat krisis ekonomi yang keras dan polarisasi politik yang parah selama berbulan-bulan, dalam situasi rumit di mana partai-partai regional dan internasional saling tumpang tindih.

Prancis menjajah Lebanon antara 1920 dan 1943 setelah Perang Dunia I, sesuai dengan perpecahan yang diberlakukan oleh Perjanjian Sykes-Picot yang mengesahkan sistem mandat atas wilayah yang dikuasai Kesultanan Utsmani.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BeirutLebanonMacronPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bagaimana Dampak Ledakan Beirut Terhadap Hubungan ‘Israel’ dan Hizbullah
Tulisan selanjutnya Benarkah Wali Songo Utusan Khilafah Turki Utsmani?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral

Berita
8 Juni 2026 20:30
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?