Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Norwegia Tangkap Tersangka Serangan Restoran Yahudi di Paris 1982

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 September 2020 23:05 11:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 September 2020 23:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kepolisian antiteror Norwegia, PST, hari Rabu telah menangkap seorang tersangka yang berkaitan dengan serangan di sebuah restoran Yahudi tahun 1982 yang menewaskan 6 orang dan melukai 22 lainnya.

“PST menangkap seorang pria di kota Skien berdasarkan surat perintah penangkapan Eropa yang dikeluarkan oleh otoritas Prancis,” kata jubir PST Annett Aamodt kepada AFP Kamis (10/9/2020).

Pria itu diduga menjadi bagian dari sekelompok orang Palestina yang melemparkan granat yang meledak di rumah makan Jo Goldenberg pada 9 Agustus 1982, dan melepaskan tembakan dari senapan mesin. Enam orang, termasuk dua warga Amerika Serikat, tewas dan 22 orang terluka dalam serangan itu.

Koran Norwegian Dagbladet mengatakan itu merupakan permintaan kedua pihak Prancis untuk menangkap pria tersebut.

Pihak Prancis mengumumkan tentang perintah penangkapan tersebut hampir 33 tahun setelah peristiwa itu terjadi. Surat perintah penangkapan dikeluarkan untuk para tersangka yang kini usianya diperkirakan 50-an dan 60-an tahun, yang diyakini merupakan anggota Organisasi Abu Nidal Palestina.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Souhaur Mouhamad Hassan Khalil Al-Abbassi sudah ditangkap di Libanon pada tahun 2015. Dia merupakan satu dari tiga tersangka yang diburu aparat Prancis. Dua tersangka lain diyakini berada di wilayah Palestina dan Norwegia, menurut pihak berwengan Prancis.

Pria yang ditangkap kemarin oleh aparat Norwegia disebut sebagai pencari suaka yang tiba di negeri itu pada tahun 1992. Pria itu membantah pernah berada di Paris, lapor koran Norwegia itu.

Faksi Abu Nidal, yang dinamai seperti nama pemimpinnya, dituding sebagai pelaku hampir dua puluh serangan yang menyebabkan sedikitnya 275 orang kehilangan nyawa, termasuk serangan terhadap konter tiket El Al Israel Airlines di bandara Roma dan Wina pada tahun 1985 yang menewaskan 18 orang.

Abu Nidal sendiri dikabarkan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada bulan Agustus 2002 di apartemennya di Baghdad, Iraq.

Otoritas Iraq mengatakan bahwa Abu Nidal, yang aslinya bernama Sabri al-Banna, meninggal karena bunuh diri.

Norwegia belum lama ini mengubah aturannya tentang penangkapan tersangka pelaku kriminalitas, sehingga pihak Prancis harus meminta untuk kedua kalinya agar tersangka itu dideportasi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abu NidalpalestinaParisrestoran Yahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua DPR Minta Kordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Terkait PSBB
Tulisan selanjutnya Gegara Koala Pemerintahan Koalisi NSW Australia Terancam Bubar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?