Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gegara Koala Pemerintahan Koalisi NSW Australia Terancam Bubar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 September 2020 10:53 10:53 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 September 2020 23:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerinta negara bagian New South Wales (NSW), Australia, sedang mengalami krisis dikarenakan perselisihan internal tentang kebijakan perlindungan koala.

National Party, yang merupakan mitra yunior koalisi, mengatakan tidak akan lagi mendukung legislasi pemerintahan dikarenakan sikap oposisinya terhadap kebijakan soal koala tersebut.

Namun, pemimpin partai itu yang juga wakil kepala wilayah negara bagian NSW John Barilaro berkata, “Kami tidak anti-koala.”

Dia mengatakan anggota legislatif dari partainya tidak akan lagi duduk bersama Liberal Party pimpinan Menteri Utama Gladys Berejiklian, lansir BBC Kamis (10/9/2020).

Sikap National Party itu menjadikan pemerintahan NSW saat ini menjadi pemerintahan minoritas sampai situasinya dipulihkan. 

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Berejiklian mengancam akan mencopot menteri-menteri National Party dari jabatannya jika sikap mereka tidak diubah.

Perselisihan yang dijuluki sebagai “perang koala” oleh koran Sydney Morning Herald itu berkaitan dengan State Environmental Planning Policy (SEPP) yang menjadi undang-undang Desember tahun lalu. UU baru tersebut bertujuan memberikan perlindungan yang lebih baik untuk koala, salah satu hewan ikonik Australia.

Pada bulan Juni sebuah hasil studi mendapati bahwa hewan marsupialia itu akan punah di NSW pada 2050 apabila tidak ada kebijakan yang lebih baik untuk perlindungannya. Kebakaran hutan dan lahan yang sangat masif musim panas lalu telah menewaskan atau melukai sekitar 3 miliar hewan di berbagai daerah di Australia.

Namun, Barilaro menilai UU tersebut justru membebani dan menyulitkan pemilik properti dalam pengelolaan lahan milik mereka.

Adam Bandt, pemimpin partai peduli lingkungan Federal Greens, lewat Twitter menuding politisi-politisi National berupaya membubarkan pemerintahan sebab mereka ingin para pemilik lahan bebas membunuhi koala.

Sebagian kalangan pecinta lingkungan berpendapat kebijakan pemerintah NSW yang ada sekarang ini tidak cukup untuk melestarikan populasi hewan liar di sana.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AustraliakoalaNew South Wales
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Norwegia Tangkap Tersangka Serangan Restoran Yahudi di Paris 1982
Tulisan selanjutnya Ledakan Terjadi di Instalasi Militer di Kota Zarqa, Yordania

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Terbaru

  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?