Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Kembalikan Duta Besarnya ke Turki Setelah Seminggu Ditarik karena Erdogan Sebut Marcon ‘Perlu Perawatan Mental’

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 2 November 2020 09:24 9:24 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 2 November 2020 09:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Prancis akan mengembalikan duta besarnya ke Turki, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan pada Ahad (01/10/2020). Hal itu setelah berminggu-minggu ketegangan yang meningkat antara kedua negara, The New Arab melaporkan.

Duta Besar Paris diharapkan menindaklanjuti permintaan klarifikasi dari Ankara atas pernyataan terbaru yang dibuat oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Sebelumnya, duta besar Prancis dipanggil di tengah kritik Erdogan atas Presiden Prancis Emmanuel Macron setelah ia membela penerbitan kartun ofensif Nabi Muhammad.

Erdogan adalah salah satu dari sedikit pemimpin dunia Muslim yang mengambil sikap tegas terhadap pernyataan anti-Islam Macron dan menyerukan umat Islam di seluruh dunia untuk memboikot produk Prancis.

Erdogan juga menyarankan Macron perlu memeriksa mentalnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam beberapa pekan terakhir, Macron telah menjadi pusat kontroversi dalam menghidupkan kembali debat tentang kebebasan berekspresi, Islam, dan perlakuan Prancis terhadap kelompok minoritas Muslimnya.

Presiden Prancis baru-baru ini kembali membela kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan ulang, yang memicu reaksi balik dari Muslim di seluruh dunia.

Dia juga telah dituduh menganiaya Muslim di Prancis, dengan otoritas Prancis saat ini menindak LSM Muslim di bawah undang-undang ‘separatisme’ baru yang telah dikritik karena membatasi kebebasan sipil.

Masalah ekstremisme agama telah mengemuka ketika Prancis terhuyung-huyung dari 16 Oktober pemenggalan guru Samuel Paty oleh seorang tersangka radikal Islam dari wilayah Chechnya Rusia.

Guru tersebut telah menunjukkan sebuah kartun Nabi Muhammad di kelas setelah kontroversi yang dihasilkan oleh pencetakan ulang karikatur oleh majalah satir Charlie Hebdo untuk menandai awal persidangan tersangka atas pembantaian stafnya pada Januari 2015.

Bahkan sebelum serangan itu, Macron telah menjanjikan kampanye baru yang tangguh melawan radikalisme Islam yang telah menimbulkan kontroversi dan kecaman dari umat Islam di seluruh dunia.

Protes meletus pada hari Jum’at (30/10/2020) di Afghanistan, Pakistan, Bangladesh, Mali, Mauritania dan Lebanon, yang terbaru dari serangkaian demonstrasi massa yang mengecam Prancis.

Para pemimpin dunia juga mempertimbangkan masalah ini, dengan Macron dan Presiden Turki Recept Tayyip Erdogan saling melempar kritik dalam beberapa hari terakhir.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Duta BesarErdoganParisPrancisTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pangeran William Terjangkit Covid-19, Sengaja Tidak Diungkap ke Publik
Tulisan selanjutnya Warga Sao Paolo Menentang Kewajiban Imunisasi Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?