Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rakyat Hidup Susah, Amuk Massa Bakar Rumah Para Pejabat Tinggi Sri Lanka

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Mei 2022 11:17 11:17 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Mei 2022 11:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Amuk massa di Sri Lanka  membakar rumah milik mantan perdana Rajapaksa dan sejumlah anggota parlemen dari partai yang berkuasa, menyusul bentrokan dengan pendukung pemerintah, di tengah kesulitan ekonomi berkepanjangan yang dihadapi rakyat negara itu.

Aksi pembakaran tersebut merupakan puncak kemarahan rakyat akibat ketidakbecusan pemerintah dalam mengurus perekonomian, sehingga memaksa Rajapaksa meletakkan jabatannya sebagai perdana menteri.

Namun, meskipun Rajapaksa sudah mengumumkan mundur, kemarahan demonstran tetap berkobar dan menyerbu kediaman resminya sementara kepala pemerintahan Sri Lanka itu terpojok dan bersembunyi di dalam.

Lima orang tewas dan lebih dari 190 orang terluka sejak Senin (9/5/2022), lansir BBC.

Jam malam di seluruh wilayah negara pulau itu diperpanjang hingga Rabu pagi sementara pihak berwenang berusaha untuk memadamkan aksi protes dan kemarahan rakyat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagian demonstran terus menyeru agar Presiden Gotabaya Rajapaksa, saudara lelaki dari Mahinda, agar meletakkan jabatan.

Pada hari Senin (9/5/2022), pendukung pemerintah bentrok dengan pengunjuk rasa di ibu kota Kolombo di luar kediaman Mahinda Rajapaksa, Temple Trees, dan kemudian di lokasi protes utama di Galle Face Green.

Polisi dan unit anti huru-hara dikerahkan, gas air mata serta meriam air ditembakkan ke arah pendukung pemerintah setelah mereka melanggar garis polisi dan menyerang pengunjuk rasa dengan menggunakan tongkat dan galah.

Demonstran yang marah membalas, menyerang kelompok pendukung pemerintah dan sejumlah anggota parlemen partai yang berkuasa.

Seorang anggota parlemen menembak mati dua orang setelah gerombolan orang bergerak mendekati mobilnya. Anggota dewan itu kemudian bunuh diri, menurut Kepolisian Sri Lanka.

Massa yang marah terus melanjutkan aksinya menyerang rumah-rumah milik keluarga Rajapaksa, para menteri dan anggota parlemen. Termasuk yang dibakar adalah sebuah rumah kontroversial yang diubah menjadi museum oleh keluarga Rajapaksa di kampung halaman mereka di Hambantota di bagian selatan Sri Lanka.

Foto-foto dan rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan sejumlah rumah diselimuti api besar sementara kerumunan orang bersorak-sorai.

Area di dekat kediaman resmi presiden juga dibakar, menurut sejumlah laporan.

Menyusul pengumuman pengunduran diri Mahinda Rajapaksa, demonstran berusaha menerobos masuk Temple Trees, di mana PM Sri Lanka tinggal bersama sejumlah loyalisnya. Demonstran membakar sebuah bus yang parkir di halaman rumah itu. Polisi melepaskan tembakan ke udara dan gas air mata guna membubarkan massa.

Di bagian lain Kolombo, massa yang marah bersenjatakan tongkat kayu dan besi memblokir jalan-jalan yang mengarah ke dan dari bandara. Polisi dan penjaga keamanan yang biasanya ditempatkan di daerah itu, tidak tampak batang hidungnya, lapor jurnalis BBC Anbarasan Ethirajan.

Sri Lanka sejak beberapa tahun terakhir mengalami krisis ekonomi terparah sejak kemerdekaannya dari Inggris pada 1948. Rakyat marah disebabkan biaya hidup terus naik dan semakin tinggi tidak terjangkau.

Cadangan devisa negara itu bahkan ludes, akibatnya rakyat tidak mampu membeli barang kebutuhan pokok seperti makanan dan obat-obatan serta bahan bakar.

Pemerintah sudah meminta bantuan internasional. Pemerintahan Sri Lanka yang dpimpin Rajapaksa bersaudara menuding pandemi Covid-19 sebagai penyebab krisis ekonomi negara itu, sebab turis yang menjadi sumber utama devisa dan mata uang asing tidak melancong ke sana.

Namun, sebagian pengamat mengatakan Sri Lanka sudah mengalami kesulitan sejak sebelum pandemi disebabkan ketidakbecusan pemerintah mengelola keuangan dan perekonomian negara.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amuk MassaekonomiGotabayakrisisMahindaPerdana MenteripresidenRajapaksarakyatSri Lanka
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rombongan Turis Muslim Turki Diculik di Haiti
Tulisan selanjutnya PPKM Tren COVID-19 Terus Menurun, Pemerintah Tetap Perpanjang PPKM di Seluruh Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?