Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Orang Australia Semakin Tidak Percaya Amerika Serikat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Juni 2017 14:31 2:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Juni 2017 15:17
Bagikan
Protes anti rasisme akibat kebijakan Donald Trump di Australia
Bagikan

Hidayatullah.com–Tingkat kepercayaan orang Australia pada Amerika Serikat menurun setengah sejak 2011 dan 60 persen warga tidak menyukai Presiden Donald Trump, tapi sebagian besar mereka menganggap aliansi masih penting.

Hasil polling Lowy Institute tahun 2017 yang dirilis hari Rabu (21/6/2017) menunjukkan dukungan untuk kelanjutan hubungan kedua negara didorong oleh kekhawatiran yang berkembang tentang ancaman militer China, tulis ABC News.

Alex Oliver, direktur polling Lowy Institute mengatakan meski kepercayaan kepada Amerika Serikat (AS) terkikis, orang Australia percaya aliansi “telah bermanfaat untuk kita” dan dapat membentengi dari ancaman di masa depan.

Baca: Australia Beli Drone Amerika untuk Pantau Perbatasan

“Kita telah secara terus-menerus melihat China sebagai ancaman militer potensial, dan saya pikir orang Australia melihat aliansi itu sebagai polis asuransi menghadapi ancaman potensial di wilayah kita, termasuk yang sangat mungkin dari China,” kata Oliver dikutip dikutip AustraliaPlus.

Hampir setengah dari 1.200 orang yang disurvei mengatakan sepertinya “China akan menjadi ancaman militer bagi Australia pada 20 tahun mendatang”, tapi lebih jauh lagi – 79 persen – melihat negara itu sebagai mitra dagang penting.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: KAMMI Desak Pemerintah Usir Diplomat Amerika dan Australia

“Fakta bahwa orang Australia relatif optimistis secara ekonomi, dimana kita masih melihat globalisasi secara baik dan perdagangan bebas secara baik, terutama karena kita telah punya perjanjian yang sangat menguntungkan dengan China, yang telah menopang kinerja perekonomian kita di dunia,” kata Oliver.

“Keseimbangan itu secara jelas muncul didukung oleh hubungan ekonomi, jadi ancaman militer harus ditekan sangat sangat jauh agar kita tidak menempatkan hubungan ekonomi dalam bahaya.”

Polling itu menunjukkan AS dan China berkaitan ketika responden ditanya hubungan mana yang lebih penting, dimana orang muda memilih China sementara orang Australia yang lebih tua lebih memilih Amerika Serikat.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatancaman wilayahchinaDonald TrumpOrang AustraliaPolling Lowy Institute
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pangeran Mahkota Arab Saudi yang Baru Diharapkan Memberi Dampak Stabilitas Kawasan
Tulisan selanjutnya Ribuan Unta yang Terjebak Konflik Qatar Kembali ke Pemiliknya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?