Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rombongan Turis Muslim Turki Diculik di Haiti

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Mei 2022 10:09 10:09 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Mei 2022 10:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Dua belas orang, delapan di antaranya warga Turki, diculik saat melakukan perjalanan dengan bus di Haiti.

Kelompok itu disandera hari Ahad (8/5/2022) ketika mereka berkendara ke ibu kota Port-au-Prince dari negara tetangga Republik Dominika, kata konsul Turki Hugues Josue kepada AFP.

Dia mengatakan mereka adalah anggota asosiasi Muslim Ashape, yang sejak 2019 memberikan kursus bahasa dan pendidikan agama, menurut situs webnya.

“Saat penculikan, mereka turun dari bus dan sempat menghubungi organisasinya,” kata Josue.

Kepolisian Haiti mengkonfirmasi penculikan tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mereka diculik di sebelah timur Port-au-Prince, antara perkampungan Croix des Bouquets dan Ganthier. Josue mengatakan mereka terdiri dari lima pria dan tiga wanita berusia antara 20 dan 26 tahun.

Mereka naik bus meninggalkan Santo Domingo, ibu kota Dominika, pada pukul 9.00 pagi dengan membawa “seorang sopir warga Dominika, seorang nyonya tuan rumah warga Haiti, dan 10 penumpang,” kata Michaelle Durandis, perwakilan dari perusahaan otobus Metro.

“Di antara 10 penumpang, ada delapan orang Turki dan dua orang Haiti,” kata wanita itu kepada stasiun radio Haiti Vision 2000, seraya menambahkan bahwa dia tidak memiliki kontak setelah kendaraan melintasi perbatasan pada tengah hari.

Perserikatan Bangsa-Bangsa pekan lalu mengatakan bahwa bentrokan antarkelompok geng yang saling bersaing di sebelah utara Port-au-Prince telah merenggut sedikitnya 75 orang sejak kekerasan baru pecah pada April 2014.

Selama beberapa dekade, geng-geng bersenjata mengamuk di kawasan termiskin di Port-au-Prince. Beberapa tahun terakhir geng-geng bersenjata meningkatkan cengkeraman mereka di seluruh ibu kota Haiti itu dan negara secara luas, sehingga kasus pembunuhan dan penculikan meroket.

Sejak Juni, pihak berwenang juga kehilangan kendali atas satu-satunya jalan yang menghubungkan Port-au-Prince ke bagian selatan.

Pada hari Senin, dua rumah sakit amal di ibu kota yang sudah beroperasi selama lebih 30 tahun mengatakan mereka tutup “sampai pemberitahuan lebih lanjut”, setelah pekan lalu salah satu dokter anak diculik.

Oktober tahun lalu, geng kriminal “400 Mawozo” — salah satu geng yang paling kuat dan ditakuti di Haiti — menculik 17 misionaris Kristen asal Amerika Utara dan kerabat mereka, termasuk lima anak-anak. Korban dilepaskan secara bertahap dan seluruhnya kembali dalam keadaan selamat pada bulan Desember setelah organisasi amal Kristen di Ohio, Amerika Serikat, yang menaungi mereka membayar uang tebusan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gengHaitiKriminalMuslimpenculikanRepublik DominikaturisTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hakeem Olajuwon: Pemain Basket yang Wakaf Masjid
Tulisan selanjutnya Rakyat Hidup Susah, Amuk Massa Bakar Rumah Para Pejabat Tinggi Sri Lanka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?