Hidayatullah.com—Impian Rohana Abdullah untuk melanjutkan studinya menjadi kenyataan setelah mendapat tawaran melanjutkan studi diploma ilmu komputer di Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM). Wakil Rektor UTeM Prof Dr Massila Kamalrudin menyerahkan surat penawaran kepada Rohana dan ibu angkatnya keturunan China, Chee Hoi Lan (83), di rumah mereka di Batu 5, Jalan Ipoh.
“Saya di sini untuk menyampaikan ucapan selamat yang tulus, terutama dari rektor kami Yang di-Pertua Negeri Melaka Tun Dr Mohd Ali Rustam, atas penerimaan Anda di universitas,” kata Prof Massila dalam video yang dibagikan kantor berita Bernama.
Rohana, 22, sangat senang menerima tawaran itu. “Saya tidak tahu bagaimana mengatakan terima kasih … Saya sangat bersyukur atas karunia yang Tuhan berikan kepada saya karena ini adalah sesuatu yang saya impikan sejak lama,” ujarnya dikutip laman The Star.
“Terima kasih juga untuk UTeM. Meskipun saya lebih tertarik pada bidang kedokteran, ilmu komputer adalah pilihan kedua saya dan laoshi (Chee) juga mendukungnya, jadi saya akan melakukan yang terbaik untuk membalasnya,” katanya.
Rohana sebelumnya tidak memiliki kewarganegaraan karena ibu kandungnya yang berasal dari Indonesia telah meninggalkannya saat masih berusia dua bulan. Sementara ayahnya, telah menghilang setelah kelahirannya, entah ke mana.
Rohana akhirnya dibesarkan oleh Chee, seorang guru di taman kanak-kanak tempat ibu Rohana bekerja sebagai cleaning service. Sebelumnya, Rohana sempat menjadi berita besar di Malaysia karena statusnya yang tidak memiliki kewarganegaraan.
Kasus ini menarik perhatian Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob, yang kemudian menghubunginya untuk membantu dokumentasinya. Ia akhirnya ditawari memiliki kewarganegaraan Malaysia.
Rohana akhirnya menerima kewarganegaraan Malaysianya pada 29 April. Kisah Rohana dibesarkan oleh Chee terlepas dari perbedaan ras dan agama menjadi viral di media sosial awal tahun ini, menyentuh hati warga Malaysia di seluruh negeri.
Chee yang belum menikah telah membesarkan Rohana menjadi muslim yang baik, bahkan mengirimnya ke pelajaran agama seperti Kelas Asas Fardu Ain (Kafa). Dia juga memastikan bahwa Rohana mempelajari dasar-dasar Islam melalui studinya di sekolah dan interaksi dengan orang-orang di sekitarnya.
Chee mengatakan dia mencintai Rohana seperti anaknya sendiri dan memastikan dia makan makanan halal dan beribadah sebagai seorang Muslim sejak dia masih kecil. “Tapi sebelum aku mati, aku ingin melihatnya menikah, sukses dan bahagia,” ujar.
“Saya lega karena sepanjang hidupnya, saya memastikan bahwa dia hidup sebagai seorang Muslim dan akan tetap demikian selamanya,” kata Chee dalam wawancara sebelumnya dengan Harian Metro.
Rohana juga mengatakan dalam wawancara bahwa dia akan terus mencintai ibu angkatnya, yang dia panggil dengan sayang laoshi (guru dalam bahasa Mandarin), bahkan setelah dia menempuh jalannya sendiri. Rohana berkata dia akan pergi dengan Chee ke Melaka besok untuk mendaftar.*