Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mahathir Tak Takut Diboikot Yahudi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Oktober 2003 09:27 9:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Oktober 2003 09:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pekan lalu, Simon Wiesenthal Center yang berpengaruh mengajak para investor dan turis menjauhi Malaysia setelah Mahathir mengecap Yahudi “arogan” dan menuduh mereka memerintah dunia.

“Kami mungkin terpengaruh. Tetapi, pertanyaannya adalah ’apakah kami membiarkan diri kami diperas atau kami akan bertahan pada kebenaran?’,” kata Mahathir yang dikutip oleh New Sunday Times.

“Saya tidak merasa kami harus membiarkan diri kami diperas mereka.”

“Yang benar adalah, sekarang Yahudi memerintah dunia. Jika Anda mengatakan sesuatu yang menentang mereka, maka mereka akan menuduh Anda adalah anti Semitik,” kata Mahathir yang dikutip oleh The Star.

“Dan, mereka bisa mencoba menghentikan investasi ke negara ini (Malaysia). Dan, ini merupakan tekanan yang mereka buat.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hari Sabtu lalu, Mahathir menuduh Presiden AS, George W. Bush, berbohong ketika Bush mengaku memarahi Mahathir atas pernyataan Yahudi memerintah dunia.

“Itu bohong besar. Jika dia memarahi saya, saya yakin saya juga akan memarahinya,” kata Mahathir yang dikutip oleh kantor berita Bernama.

Mahathir mengatakan biasa bagi seseorang yang bisa berbohong mengenai keberadaan senjata pemusnah massal sebagai alasan perang (di Iraq), lalu berbohong atas apa saja yang dikatakannya.

Mahathir mengatakan, yang diingatnya Bush hanya ingin mendengar penjelasan Mahathir atas pernyataan kontroversialnya mengenai Yahudi.

“Saya rasa dia hanya ingin mendukung pegawainya (juru bicara Gedung Putih, Scott McClellan),” kata Mahathir.

McClellan mengatakan Senin pekan lalu bahwa Bush berbisik kepada Mahathir pada saat KTT APEC untuk membantah komentar Mahathir yang “salah dan memecah belah” itu.

Sehari kemudian, Mahathir menegaskan bahwa Bush tidak memarahinya. “Yang Bush katakan kepada saya adalah: saya menyesal menggunakan kata-kata keras terhadap Anda (Mahathir),” kata Mahathir.

“Dia tidak memarahi saya. Setelah itu, kami berjalan bersama-sama.”

Namun, Bush menegaskan dia memang memarahi pemimpin Malaysia itu.

Dalam sebuah briefing setelah KTT APEC, Bush mengatakan dia secara pribadi mengatakan kepada Mahathir bahwa Bush merasa komentar Mahathir itu “patut dicela.”

“Saya katakan, ’komentar itu bersifat memecah belah dan tidak perlu.’ Saya tidak meneriakinya. Saya hanya berbicara padanya,” kata Bush.

Komentar kontroversial itu disampaikan Mahathir pada KTT OKI di Malaysia sepekan sebelum KTT APEC di Bangkok.

Mahathir menjadi pemimpin Asia paling disegani setelah Soekarno meski di dalam negeri kebijakan politik dan keamanannya sangat represif dan anti gerakan Islam. (jp/afp/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengawal Guantanamo Memeluk Islam
Tulisan selanjutnya Malaysia Diboikot Yahudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?