Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PII Usulkan Komnas Perlindungan Anak Korban Perang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Juli 2003 13:56 1:56 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juli 2003 13:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Selain selalu mengorbankan jiwa, perang sering memakan korban pada anak. Terutama kejiwaan dan pendidikan mereka yang menjadi terlantar. Dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis, (3/7/2003), kemarin, PB Pelajar Islam Indonesia (PII) mengusulkan pemerintah membentuk Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan anak. Terutama terhadap anak-anak korban perang di Aceh. Penegasan ini disampaikan Zulfikar, Ketum PB PII dalam diskusi yang bertema ‘Dampak Keamanan Terhadap Masa Depan Pendidikan dan Pelajar’. Diskusi yang diikuti oleh Letjen (purn) Kiki Syahnarki, Menko Kersa Yusuf Kalla itu diselenggarakn Komite Pelajar Peduli Aceh (KP2A) Pelajar Islam Indonesia (3/7/2003). Masih menurut Zulfikar, memberikan pendidikan jauh lebih penting daripada operasi militer dalam upaya menanamkan nasionalisme. “Kekejaman dalam perang bisa membuat anak-anak itu bergabung dengan gerakan bersenjata ketika sudah dewasa nantinya. Situasi belajar juga membuat gairah belajar menurun dan kekerasan menjadi perhatian keseharian anak-anak,” tambahnya. Bahkan Achmad Marzuki, anggota Komisi Nasional Perlindungan Anak dalam sesinya menyatakan perang sangat mempengaruhi kejiwaan anak-anak karena mereka menyaksikan kekerasan, pembunuhan, mendengar desingan peluru atau melihat korban keluarganya sendiri. “Akibatnya, pendidikan anak-anak tidak diperhatikan,” tegasnya. Dalam perang di Aceh pemerintah kurang memperhatikan perlindungan anak. Padahal anak-anak kata Marzuki dilindungi hukum humaniter maupun UU No. 23/2002 tentang perlindungan anak menjadi acuan dalam konflik di Aceh. Perlindungan terhadap anak-anak bukan saja hanya soal mendapatkan sandang, pangan, dan papan tetapi juga harus mendapatkan hak hidup yang merdeka, yang jauh dari kekerasan dan brutalisme, serta pendidikan yang layak dan wajar. Sekolah Darurat Menteri Koordinator Bidang Kesra, Yusuf Kalla mengahrapkan semua sekolah darurat untuk anak-anak belajar lagi segera dibangun dan diperbaiki pada akhir bulan Juli ini. dengan demikian anak-anak sekolah yang gedung sekolahannya rusak atau dibakar dapat segera belajar kembali secara baik Menko Kesra menunjukkan data bahwa sampai Kamis hari ini jumlah sekolah yang rusak di Aceh mencapai 526 gedung dan berakibat sekitar 76 ribu murid tidak bisa sekolah. Masih menurut Yusuf Kalla, pemerintah menerapkan solusi dengan menampung anak-anak yang kehilangan sekolahnya itu di sekolah-sekolah terdekat yang masih bisa digunakan. Sisanya memanfaatkan tenda-tenda darurat dan tempat-tempat umum yang diubah menjadi sekolah darurat. Sementara itu, Letjen (purn) Kiki Syahnarki mengakui masih banyak kelemahan dalam pelaksanaan operasi terpadu yang masih berlangsung di Aceh itu. Ia menyebut banyak korban sipil, GAM maupun TNI. Tetapi Kiki mengingatkan tanpa keterpaduan yang sungguh-sungguh, solusi akhir dalam penyelesaian Aceh akan sulit dicapai. (Amz)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengakuan Tokoh GAM Soal Wartawan RCTI
Tulisan selanjutnya Aisha Dilaporkan Bakal Ganti Muammar Qaddafi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?