Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Pengakuan Tokoh GAM Soal Wartawan RCTI

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Juli 2003 10:56 10:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juli 2003 10:56
Bagikan
Bagikan

Dua wartawan televisi swasta Indonesia, RCTI, Ersa Siregar dan Feri Santoro yang hilang dan dinyatakan ada bersama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ditangkap Tentara Neugara Aceh (TNA) wilayah Aceh Timur saat mereka keluar masuk kampung. Bersama mereka turut ditahan dua warga lokal dan seorang supir.

Teungku Mansyur, TNA penguasa wilayah Peurelak, Aceh Timur mengatakan mereka ditahan hingga TNI/Polri menghentikan serangannya. Namun ia menolak disebut sebagai melakukan penyanderaan.

Di bawah ini kutipan pengakuan wawancara Teungku Mansyur pada Radio Rederland, pagi tadi melalui satelit.

Teungku Mansyur [TM] : Ya memang benar, dua wartawan RCTI itu ada bersama kami sedang dalam keadaan proses.

Radio Nederland [RN] : Agak-agak janggal Teungku. Apakah mereka ini ditahan karena mereka ini wartawan atau diduga mereka ini adalah mata-mata?

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

TM : Bukan begitu. Sebab masalahnya ada beberapa kasus yang terjadi di lapangan di mana TNI/Polri telah menggunakan atribut pers untuk melakukan operasi intelijen. Mereka akan kita periksa, mungkin akan memakan waktu. Sebab di Aceh mungkin anda pun mengetahui, sebagaimana kan.

RNM : Waktunya itu berapa lama Teungku?

TM : Itu tidak pisa dipastikan. Itu tergantung kepada keadaan, karena pihak TNI terus menggelar operasi secara besar-besaran. Mungkin akan memakan waktu lebih lama. Tetapi kalau TNI tidak melakukan operasi-operasi mungkin prosesnya akan lebih cepat.

RN : Dengan kata lain mungkin apakah ini artinya, GAM menyandera dua wartawan?

TM : Itu..itu bukan kita sandera. Sebab seperti yang saya katakan tadi. Ada beberapa kasus ya yang terjadi di masa-masa dulu, jadi makanya kita mencurigai apakah ini mobil yang masuk ke kawasan perkampungan ini apakah benar-benar mobil pihak wartawan ataupun digunakan oleh pihak TNI. Jadi kami menyentop ternyata yang kami periksa ini adalah wartawan. Jadi bila kami sudah menahan, kami harus memproses dulu.

RN : Dan tentunya GAM juga akan menjamin keselamatan mereka, begitu ya Teungku ya?

TM : Ya kita akan menjamin keselamatan mereka seperti keselamatan sendiri. Tetapi kalau sedang terjadi kontak senjata, kita tidak tahu bagaimana-bagaimana kan. Terpulang dari pada kondisi dilapangan bagaimana ya.

RN : Nah teungku, juga ada dua warga sipil yang menyertai mereka dan satu orang supir, kalau saya tidak salah. Teungku warga sipil ini kan tidak tahu apa-apa teungku, bagaimana ini?

TM : Ya..ya itu maksudnya. Sebab itu kami memproses dulu, sedangkan wartawan ini dalam rangka bertugas. Kenapa harus ada dua warga sipil dua orang bersama mereka.

RNM : Maksud anda, anda curiga terhadap dua warga sipil ini atau justru kepada dua wartawan ini?

TM : Ya sebab apabila wartawan saja masuk, tidak bersama warga sipil, mungkin kami tidak akan menahannya. Sebab ini kenapa ada dua warga sipil bersama mereka. Jadi kami mencurigai.

RN : Dari pemeriksaan sementara pihak Gerakan Aceh Merdeka terhadap empat orang ini, dua warga sipil dan dua wartawan ini sudah ada hasil sementara?

TM : Itu hasil sementara belum ada lagi. Sebab kondisi di lapangan adalah sekarang kurang jelas maksudnya kondisi di lapangan oleh TNI/Polri terus menggunakan operasi semakin gencar. Jadi koordinasi kami di lapangan sekarang ternyata sedikit kesusahan dalam keadaan, bisa dikatakan seperti agak kucar-kacir gitu.

RN : Nah teungku, tentunya kan pihak keluarga dari wartawan ini dan juga pihak keluarga dari dua orang warga Aceh yang menemani mereka berharap mereka selamat.

TM : Ya Insya Allah, kita akan memenuhi permintaan mereka dan kita harapkan kepada keluarga mereka agar jangan bimbang dan jangan ragu. Dan beberapa saat lagi mungkin setelah kita proses, mereka akan kita bebaskan.

RN : Kami sebagai wartawan di Belanda tentunya kami berharap wartawan RCTI yang sedang berada bersama anda, dalam kondisi baik dan tentunya kita harapkan juga mereka bisa selamat kembali ke keluarganya, Teungku. Itu harapan kami juga.

TM : Ya Insya Allah akan kita laksanakan ya. Kita berharap juga begitu.

Demikian Teungku Mansyur, TNA penguasa wilayah Peurelak, Aceh Timur.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Malaysia Akan Segera Berlakukan Dinar Emas
Tulisan selanjutnya PII Usulkan Komnas Perlindungan Anak Korban Perang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?