Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kelurga Kasus Priok Menggelar Doa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 September 2003 10:45 10:45 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 September 2003 10:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.con–Puluhan keluarga korban peristiwa Tanjungpriok menggelar tahlilan di Jalan Kramat Jaya, Gang 4, Kecamatan Lagoa, Jakarta Utara, Jumat (12/9) petang. Seperti diberitakan Liputan6 Petang semalam, mereka mendokan para korban yang tewas saat tragedi berdarah yang terjadi tepat hari ini, 19 tahun silam. Tahlilan dilanjutkan dengan tabur bunga di pemakaman para korban Tanjungpriok di Pemakamam Umum Mengkok. Sebelumnya peringatan yang sama berlangsung di Masjid Al Ar`Aaf Koja yang dihadiri A.M. Fatwa serta wakil dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Saat itu, para peserta tahlil menginginkan pengadilan Ad Hoc Hak Asasi Manusia Tanjungpriok tak hanya dilakukan terhadap eksekutor, melainkan juga para komandannya. Dalam kesempatan itu, semua korban menyatakan tidak akan menuntut pemerintah maupun TNI. Mereka sepakat, islah adalah pilihan terbaik bagi penyelesaian Kasus Tanjungpriok. Islah tersebut disepakati korban dan keluarga korban dengan aparat keamanan, Maret 2001 Beberapa minggu lalu, (17/9) Ketua Satgas HAM Kejaksaan Agung, BR Pangaribuan mengumumkan akan memeriksa sedikitnya sebelas tersangka kasus Tanjung Priok. Kesebelas tersangka tersebut akan diperiksa dan diserahkan kepada Tim Penuntut Ad Hoc HAM. Akal-akalan Meski sebagai kelurga korban Priok meminta islah dan tidak menuntut pemerintah, sebagian keluarga korban Tanjungpriok lainnya tetap mempertanyakan islah yang ditawarkan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno. Menurut mereka, rekonsiliasi tersebut hanyalah akal-akalan sejumlah mantan perwira TNI –yang terlibat insiden berdarah 12 September 1984– untuk menghindari penyelesaian secara hukum. Kepada SCTV, keluarga dan korban Tanjungpriok Benny Biki dan Syarifin Maloko, Ahad (23/9) mengungkapkan, islah tersebut memrupakan akal-akalkan yang dilakukan di tengah upaya penegakan hukum oleh Kejaksaan Hukum dengan pembentukan pengadilan Ad Hoc. Pada 12 September 1984 lalu, pasukan militer melepaskan tembakan ke arah aktivis-aktivis Islam. Empat belas jam setelah peristiwa itu, Pangkopkamtib LB Moerdani didampingi Harmoko sebagai Menpen dan Try Sutrisno sebagai Pangdam Jaya memberikan penjelasan pers menyatakan telah terjadi penyerbuan oleh massa Islam di pimpin oleh Biki, Maloko dan M. Natsir. Sembilan korban tewas dan 53 luka-luka, kata Benny ketika itu. Namun sejumlah saksi kasus Priok pernah melaporkan, korban saat itu berjumlah tidak kurang 400 orang. Mereka diberondong dengan senjata tajam dan kemudian dilemparkan ke atas truk. Menurut kesaksian Mayor (Purn) Lasmana Ibrahim, malam itu, koordinasi peristiwa adalah Pangkobkabtib di bawah pimpinan Pangab yang saat itu dipimpin LB Moerdani dan Pangdam Jaya di bawah Try Sutrisno. Sayangnya, dua mantan petinggi militer ini namanya tak disebut dalam berkas acara pemeriksaan. (sctv/dtc/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dipenjara Setelah Wawancara Dengan Usamah
Tulisan selanjutnya Hidayatullahcom Biro Jakarta Pindah Alamat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Jaringan pipa minyak Libya Sharara ke pelabuhan Zawiya.
Berita

Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

Berita
26 September 2026 09:29
Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
Hujan Deras Merendam Bangkok
Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?