Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PBNU Terima Kunjungan Dubes Rusia dan Ukraina Secara Terpisah, Sampaikan Komitmen untuk Kedamaian

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Maret 2022 15:20 3:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Maret 2022 16:00
Bagikan
PBNU Rusia
Bagikan

Hidayatullah.com—Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatu Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menerima kunjungan dari Duta Besar Rusia dan Ukraina secara terpisah. Dalam dua pertemuan tersebut, Yahya menyampakan komitmen PBNU untuk perdamaian.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Ludmila Vorobieva berkunjung ke Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/3/2022). Dubes Ludmila disambut langsung oleh Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf.

Pada kesempatan itu, Yahya bersama Dubes Ludmila bersepakat bahwa perang antara Rusia dan Ukraina harus sesegera mungkin dihentikan dengan cara yang damai dan tanpa kekerasan.

“Kami berdua sepakat bahwa penyelesaian damai harus diperjuangkan dan kekerasan harus dihentikan sesegera mungkin,” tegas Yahya, dilansir NU Online.

Meski begitu, lanjut Gus Yahya, upaya ini tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru, tetap harus menggunakan pertimbangan yang matang dan pengamatan yang jeli karena persoalan perang Rusia dan Ukraina merupakan masalah yang cukup kompleks.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Tapi jelas bahwa ada masalah-masalah kompleks yang harus diurus di sana,” katanya.

Lebih lanjut, Yahya mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) akan selalu siap dalam membantu mencari solusi terhadap konflik-konflik yang ada demi terwujudnya perdamaian dunia.

“NU siap melakukan apa saja yang bisa dilakukan yang mungkin bisa membantu ke arah perdamaian dan penyelesaian masalah,” ujarnya.

Sementara, Dubes Ludmila menyampaikan banyak terima kasih terhadap PBNU atas respons dan sikap yang telah diberikan. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini telah banyak berkontribusi untuk mewujudkan perdamaian dunia.

Sebelumnya, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, juga bertemu dengan Ketum PBNU, Yahya Cholil Staquf, untuk meminta dukungan dalam upaya menghentikan invasi Rusia.

Pertemuan itu terekam dalam video yang diunggah di akun YouTube resmi PBNU, TVNU, pada Senin (7/3/2022). Dalam video itu, Hamianin tampak berbincang bersama Yahya.

“Saya berharap NU dan seluruh umat Muslim di Indonesia untuk bersuara, memberikan doa, mungkin membantu entah dengan cara apam untuk mengakhiri perang ini, dan untuk mengurangi penderitaan rakyat Ukraina, termasuk hampir dua juta saudara Muslim di Ukraina,” ujar Hamianin.

Hamianin menyatakan bahwa Ukraina siap berunding dengan Rusia demi menghentikan pertumpahan darah yang sudah berlangsung selama nyaris dua pekan.

“Kami siap berdialog. Satu-satunya syarat kami adalah menghentikan tembakan, menghentikan perang, berhenti membunuh orang-orang,” katanya.

Yahya pun mengiyakan pentingnya dialog dalam situasi kompleks antara Ukraina dan Rusia.

“Saya menyerukan agar kekerasan dihentikan sesegera mungkin, sekarang juga. Apa pun yang menjadi masalah, kita tahu masalahnya kompleks, tapi kita adalah umat manusia dengan akal budi. Kita pasti bisa saling berbicara satu sama lain untuk menemukan jalan keluarnya,” ujarnya.

Yahya juga menyatakan bahwa PBNU akan berusaha melakukan daya upaya untuk membantu meredam konflik ini.

“Tempo hari, saya sudah bergabung dengan para pemimpin agama di seluruh dunia untuk bersurat kepada pemimpin Kristen Ortodoks di Rusia, memohon supaya beliau melakukan sesuatu untuk mendorong Presiden Putin menghentikan perang ini,” ucapnya.

“Kami juga membicarakan kemungkinan untuk bisa terhubung dengan mufti di Ukraina dan Crimea. Kami, dan saya sendiri atas nama NU, akan berusaha mencari jalan untuk bisa terhubung dengan mufti Rusia dan kita lihat apa yang bisa kita lakukan bersama-sama,” paparnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:PBNUPerang Rusia UkrainaYahya Cholil Staquf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya menag paus Menag Tegaskan Rencananya Mengundang Paus Fransiskus dan Grand Syeikh Al-Azhar ke Indonesia
Tulisan selanjutnya Selama Pandemi Covid-19 Penjualan Lego Naik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?