Hidayatullah.com–“Sampai sekarang kami belum ada keputusan mengenai hal itu,” katanya kepada pers di Jakarta, Rabu berkaitan dengan adanya informasi bahwa PKS telah mendukung capres Amien Rais. Dia secara tegas membantah bahwa PKS telah berpaling ke Amien Rais karena memang belum ada keputusan, bahkan belum ada ada pembicaraan mengenai hal itu. Rahmat menyatakan, bisa saja ada pihak yang mengklaim telah didukung PKS, namun dalam kenyataannya secara kelembagaan tidak pernah ada keputusan PKS mendukung Capres/Cawapres tertentu. “Kalau ada pihak mengkalim seperti itu, saya kira itu hak mereka, namun tidak pernah ada keputusan mengenai dukungan itu,” katanya. Namun Rahmat Abdullah mengakui, di masyarakat ada simpatisan PKS yang memanfaatkan simbol-simbol PKS untuk memberi dukungan kepada capres/cawapres tertentu. “Memang kami menduga ada yang memanfaatkan simpatisan PKS untuk dukung-mendukung,” katanya. Simpatisan yang dimanfaatkan itu adalah mereka yang pada waktu pemilu legislatif 5 April 2004 memilih PKS, namun berharap melalui PKS tokoh tertentu yang diidolakan bisa menjadi presiden atau Wapres melalui pemilihan presiden 5 Juli 2004. “Mereka merasa memiliki PKS, namun kemudian menggunakan partai ini untuk kepentingannya,” katanya. Karena itu, diimbau agar simpatisan PKS yang sering dimanfaatkan untuk kepentingan capres/cawapres tertentu agar tidak menggunakan simbol PKS dalam dukung-mendukung, karena secara resmi PKS belum mengambil keputusan mengenai hal itu. Rahmat mengatakan, pembicaraan secara resmi mengenai dukungan politik kepada capres/cawapres belum mencapai titik final. Artinya, masih ada pertimbangan-pertimbangan yang harus dicermati secara mendalam untuk menentukan sikap politik. “Pertimbangan-pertimbangan yang kami lakukan berkaitan dukungan politik ini tentu menyangkut banyak hal, termasuk bobot dukungan dan bentuk dukungan yang bisa diberikan,” katanya. Forum resmi yang memiliki mandat penuh untuk memutuskan dukungan politik terhadap capres/cawapres adalah Forum Syuro Lembaga-Lembaga Tinggi PKS. Forum ini merupakan eprtemuan antara pengurus DPP, Dewan Syuro dan MPP. Namun dia mengatakan, sampai sekarang belum ada rencana untuk melakukan forum tersebut. Hanya saja secara internal dan informal pembicaraan mengenai hal itu (dukungan politik terhadap capres/cawapres) terus saja dilakukan. Sebagaimana diketahui, hingga hari ini, PKS masih kesulitan menentukan calon presiden/wakil presiden untuk Pemilu pada 5 Juli mendatang. Bagaimanapun, sikap PKS yang pada Pemilu Juni lalu mendapatkan dukungan suara cukup banyak dari kalangan muslim akan tetap ditunggu. Bila rekomendasi PKS kelak akan mengecewakan pemilihnya yang kebanyakan berasal dari aktifis Islam, bukan tidak mungkin, pada Pemilu depan PKS akan kehilangan kepercayaan sebagaimana hilangnya kepercayaan pada partai-partai Islam sebelumnya. (ant/cha)