Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Tiga Jenderal Minta Manulang Berhenti Komentari SBY

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Agustus 2004 10:37 10:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Agustus 2004 10:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) ini mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Jakarta, Senin kemarin. “Saya diberitahu agar tidak memberi komentar lagi. Komentar saya dianggap merugikan SBY,” kata Manullang. Namun, doktor sosiologi politik lulusan Universitas Mainz, Jerman itu menolak permintaan tersebut dan bersikukuh terus memberi komentar sejauh ia mengetahui fakta-faktanya. Ketika didesak siapa orang SBY yang mendatanginya, Manullang hanya terkekeh sembari meminta menanyakan ke orang dekatnya yang ketika itu juga ikut pertemuan di Ambhara. “Ada tiga jenderal yang mendatangi Pak Manullang. Dua orang sudah purnawirawan dan seorang lagi masih aktif,” kata orang tersebut. Menurut Manullang, dirinya memahami mengapa pernyataannya di media massa membuat orang-orang dekat SBY seperti kebakaran jenggot, karena khawatir informasi yang negatif mengenai SBY bisa membuat SBY tidak memperoleh dukungan siginifikan dari kelompok Islam. Lebih jauh dia mengaku, pernyataannya di media massa juga memperoleh tanggapan dari sejumlah koleganya di luar negeri, seperti dari Eropa, Asia maupun Amerika. Menanggapi hal itu, salah satu anggota tim sukses SBY, Meyjen TNI (purn) Sjamsir Siregar membantah adanya jenderal yang mendatangi Manullang dan memintanya berhenti berkomentar. “Tidak benar ada orang-orang SBY memintanya stop berkomentar. Kalau betul sebutkan namanya, jangan hanya berkoar saja,” kata mantan Kepala Badan Intelijen ABRI itu. Sjamsir berpandangan, tudingan yang disampaikan Manullang bahwa SBY memperoleh bantuan dana dari AS hanyalah untuk mencari sensasi belaka. “Darimana itu dia tahu bantuan-bantuan. Sebutkan dong bukti-buktinya dan beberkan kepada publik. Jangan sekedar omong yang justru mengarah kepada fitnah,” katanya. Dengan nada tinggi Sjamsir menolak adanya sumbangan tersebut, bahkan SBY tidak pernah menerima satu sen pun bantuan dari AS. Seperti diketahui, sejumlah media nasional maupun lokal belum lama ini melansir analisa AC Manullang yang, antara lain, mengatakan AS melalui CIA, mendukung capres dari militer. Alasannya, karena militer dianggap mampu menjalankan ‘grand strategy global’ memberantas terorisme. “Sipil dianggap tidak mampu menindak tegas kelompok Islam radikal, yang oleh Amerika disebut sebagai geng teroris di Indonesia,” ujarnya. Selain itu, Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) BI mensinyalir adanya dana jutaan dolar AS yang masuk ke salah satu pasangan capres-cawapres. Menurut catatan MIOL Kepala Staf TNI AS (KSAD) Jenderal Riamizard Ryacudu juga pernah mengingatkan bahwa puluhan ribu agen intelijen asing tersebar di seluruh pelosok Tanah Air menjelang Pemilu 2004. (Ant/media indonesia)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Politik Sekular versus Politik Islam
Tulisan selanjutnya Din Syamsuddin: ‘Film BCG Singgung Perasaan Susila Masyarakat’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?