Hidayatullah.com–Front Pembela Islam (FPI) menolak rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Hussein Obama ke Indonesia, bulan Juni mendatang, karena pertimbangan keadilan. Adapun masalah agama, ras, atau warna kulit, dan hak-hak Obama sebagai tamu, pihak FPI tidak mempertantangkan itu semua.
“Kami menolak dari sisi keadilan Obama. Kita tidak bisa ditipu dengan kata-kata manis,” kata Sekjen Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis.
Sikap ketidakadilan Obama, kata Sobri, misalnya adalah keengganan dia untuk tidak menarik pasukannya dari pendudukannya di negara-negara Islam seperti Iraq dan Afghanistan. Serta adanya pembiaran Obama atas pembantaian jutaan nyawa ummat Islam di Palestina. Bahkan pemerintahannya ikut memberikan dukungan kepada penjajah Zionis Israel.
“Tidak ada untungnya kita sambut dia dengan senyum lebar, sedangan diwaktu yang sama dia membunuhi kaum muslimimin saudara kita dengan sadis atas kebijakan-kebijakannya”, tegas Sobri saat dihubungi Hidayatullah.com, Selasa (30/3).
Sehingga pihaknya menghimbau agar ummat Islam Indonesia senantiasa merapatkan barisan, terus menjalin silaturrahim, serta mengeratkan simpul ukhuwah Islamiyah.
“Mari kita berjuang semampu kita, salah satunya mempertahankan Undang-undang PNPS. Kalau Undang-undang ini sampai dicabut, maka kita kembali seperti di masa 70 tahun lalu di mana komunisme merajalela,” pungkas dia. [ain/hidayatullah.com]