Hidayatullah.com–Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, pemerintah bersama pihak terkait akan memperbanyak pasar murah menjelang bulan puasa.
“Sudah ada 13 titik di seluruh Indonesia yang sudah diputuskan dan akan ditingkatkan. Kita harapkan akan lebih banyak titik,” kata Mendag usai rapat koordinasi ketahanan pangan di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Rabu.
Mendag menyebutkan, penyelenggaraan pasar murah melibatkan pemerintah daerah, peritel (pengecer), produsen, dan pedagang.
Ia mengharapkan pemerintah daerah berperan lebih besar dalam penyelenggaraan pasar murah itu. “Sejumlah lokasi pasar murah sudah diputuskan, seperti Jateng awal Juli sampai Agustus, DIY awal Juli hingga awal September, Lampung awal Agustus, Kalsel pada minggu pertama dan kedua Agustus, dan awal September,” katanya.
Selain itu Sulut pada awal puasa, NTB pada awal puasa, Bengkulu pada H-10 lebaran, Gorontalo pada pertengahan dan akhir puasa, Sumut pada awal puasa dan mau lebaran, Sulsel pada minggu kedua dan keempat Agustus. “Daerah-daerah lain sedang disusun jadwal dan lokasinya,” kata Mari.
Mengenai pendanaan pasar murah, Mendag mengatakan, hal itu merupakan kerja sama pemda dengan asosiasi ritel, produsen, dan pedagang. “Biasanya pemda menyiapkan tempat dan memanggil masyarakat. Dilakukan di kantong-kantong masyarakat berpendapatan rendah,” katanya.
Sementara itu mengenai operasi pasar, Mendag mengatakan, ia sudah mengirim surat ke Bulog pada 15 Juli 2010 untuk meminta Bulog memiliki fleksibilitas melakukan operasi pasar, terutama saat harga cenderung naik. Bulog memiliki stok 500.000 ton beras untuk operasi pasar.
“Untuk produk lain, kita tidak punya mekanisme sama, tapi yang harus dilakukan adalah menjaga distribusi dan melakukan pasar murah dan menjaga supaya tidak ada lonjakan harga,” katanya. [ant/hidayatullah.com]