Hidayatullah.com– Rangkaian festival film homo terbesar di Indonesia “Q! Film Festival” yang rencanya berlangsung dari 24 September hingga 3 Oktober 2010 dihentikan. Panitia festival menghilang?
Dari pantauan hidayatullah.com di salah satu tempat pemutaran film Q! Festival, Goethe Haus Jakarta, tidak ada seorang panitia yang nampak. Satpam dan belasan polisi dari Polsek Menteng dan Polres Jakarta Pusat yang berjaga-jaga di depan Goethe Haus juga mengaku belum bertemu dengan seorang panitia pun.
“Acara sudah dihentikan. Panitia enggak berani datang karena kemarin didemo FPI (Front Pembela Islam),” kata Irpan Maulana, seorang satpam Goethe Institute.
Di tempat penyelenggara Q! Festival lainnya, CCF (pusat kebudayaan Perancis), pemutaran film homo tersebut juga dibatalkan. Seorang humas CCF, Atika Suri Fanani mengatakan, pemutaran film homo tersebut baru berlansung sekali saja pada Sabtu (25/9) lalu dari yang dijadwalkan hingga 3 Oktober 2010. Dia mengatkan, CCF hanya menyediakan tempat pemutaran film saja, tidak menjadi sponsor.
“Panitia Festival (Q-Munity) membatalkan acara. Mereka tidak lagi datang ke sini. Ketika ketua panitianya kita hubungi (lewat telepon), teleponnya tidak dijawab,” kata Atika kepada hidayatullah.com di kantornya siang tadi (29/9).
Atika juga memberikan nomor telepon seluler ketua panita festival, John Badalu. Ketika dihubungi, teleponnya aktif, tapi tidak ada jawaban.
Sementara itu, asisten bagian program budaya Goethe-Institute, Dinyah Latuconsina mengatakan hingga saat ini belum ada pembatalan pemutaran film-film bertema LGBT di tempatnya.
“Kalau kami untuk hari ini belum ada pembatalan apa-apa, semua berjalan sesuai rencana. Saya tidak tahu kalau besok, apa mereka ada pertemuan karena Q! film bukan acara Goethe saja. Q! Festival film ini acara berbagai institusi,” jelas Dinyah dikutip Voice of America (VOA). [sur/ain/hidayatullah.com]