Hidayatullah.com —Ada tampilan lain dalam rangkain pembuakaan Muswil (Musyawarah Wilayah) Muhammadiyah Jawa Barat di Tasikmalaya, Kamis (23/12). Ketua Umum PP Muhammadiyah,Din Syamsuddin menabuh gong sebagai pertanda dimulainya kegiatan Muswil. Beragam acara disuguhkan dihadapan musyawirin termasuk Gubernur Jawa Barat,Ketua DPRD Jawa Barat dan juga Wali Kota Tasikmalaya.
Selain menampilkan kesenian lokal berupa tarian anak – anak dari Taman Kanak-kanak dan seni bela diri khas Muhammadiyah, Tapak Suci, hadirin dihibur kesenian asal China yakni Barongsay. Dengan menampilkan tiga kelompok seni mereka tampak lincah memperagakan tarian singa. Ribuan hadirin yang memadati Gelora Dadaha Kota Tasikmalaya memberi aplaus dengan tepuk tangan.
Untuk hajatan ini panitia sengaja mengundang kelompok seni Barongsay yakni A Hong dari Tasikmalaya dan Guang Zhou dari Bandung.Selain menampilkan tarian Barongsay, kelompok ini juga diberi kesempatan menyanyikan lagu Sang Surya (mars Muhammadiyah) dengan bahasa Cina,peragaan kungfu juga tarian Xian Xiang.
Kepada hidayatullah.com, Ketua Lembaga Seni Budaya Muhammadiyah Jabar,Aziz Taufik Hirzi menjelaskan penggandengan tersebut sebagai wujud persahabatan dan pembauran antar sesama anak bangsa meski berbeda keturunan.
Aziz menambahkan,bagi Muhammadiyah kerja sama tersebut bermakna sangat dalam untuk saling mengenal dan memahami masing-masing budaya yang diharapkan dapat berbentuk pada persahabatan yang lebih erat nantinya.
“Hubungan baik kedepan diharapkan akan terjalin baik secara personal maupun lembaga.Selain sebagai bentuk persahatan antar bangsa,unjuk budaya ini juga untuk menepis anggapan publik bahwa Muhammadiyah anti budaya,” jelasnya.
Ada streotif, lanjut Aziz,kalau Muhammadiyah itu suka merusak budaya.Padahal pada kenyataannya tidak demikian.Muhammadiyah juga menggunakan gerakan kultural dalam berdakwah.
Gerakan kultural yang dimaksud menurut perspektif Muhammadiyah adalah memasukan nilai-nilai baru pada budaya yang sudah ada.Namun tidak larut dan tergerus pada budaya-budaya yang bersifat jumud.
Sementara itu Dadang Syarifudin selaku Ketua Panitia Muswil ini menambahkan,Muhammadiyah berharap dengan terjalinnya kerja sama tersebut dapat terbangun kembali citra Muhammadiyah yang selama ini terasa kering dari budaya.
“Kita akan coba mengapresisi dan mengakomodasi baik budaya lokal,nasional maupun budaya China sekalipun, asal tidak bertentangan dengan aqidah kita,”pungkasnya.[man/hidayatullah.com]