Hidayatullah.com — Aktifis Front Pembela Islam (FPI), Laskar Anti Korupsi (LAKI), dan sejumlah elemen anti korupsi lainnya keracunan usai makan nasi bungkus saat melakukan aksi damai di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi sudah terdata 120 orang.
Sebanyak 120 orang itu tercatat 5 anak kecil, 13 wanita, dan 102 pria. Para teracun saat menjalani perawatan inap dan jalan di Rumah Sakit Bhakti Mulia Slipi sebanyak 33 orang dan di Rumah Sakit Pelni Petamburan sebanyak 20 orang.
Selain itu ada juga yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Agung Manggarai 9 orang, RS Jakrija Klender 2 orang, RS Puri Medika Kemayoran 1 orang, GARIS Cianjur 28 orang, Tangerang 3 orang, Gunung Putri Bogor 3 orang, dan di RS Tarakan Cideng 15 orang dan sisanya di beberapa klinik.
Menurut Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab, MA kepada hidayatullah.com, mengatakan hasil penelitian laboratorium sampel nasi masih ditunggu pihaknya.
“Laporan untuk polisi sudah dibuat untuk membuktikan keracunan atau diracuni,” kata Rizieq. Ia menambahkan, jika ada korban lainnya diharapkan melaporkan segera ke FPI atau polisi.
Seperti dikabarkan, puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) keracunan makanan usai melakukan aksi demo di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin.
Aksi damai tersebut dipadati sekitar 3 ribu orang yang tergabung dari berbagai elemen. Para demonstran menuntut agar KPK menyelesaikan kasus-kasus korupsi.
Aparat Polres Jakarta Pusat sudah mendata korban dan memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga telah mengambil sampel nasi untuk diperiksa di laboratorium.*