Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dosa Pembunuhan Karakter yang Dilakukan Media Lebih Besar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 September 2012 10:37
Bagikan
Media yang menyiarkan juga ikut berdosa, bahkan lebih besar
Bagikan

Hidayatullah.com– Mengingat makin banyaknya praktik pembunuhan karakter (Character assassination) yang  terjadi di bidang politik, hingga agama, Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi NahdIatul Ulama yang digelar di Ponpes Kempek Cirebon, Jawa Barat, 15-18 September 2012 akan mengeluarkan fatwa haram terhadap tindakan pernbunuhan karakter atau  perusak reputasi.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU, KH Arwani Faisal, dalam sebuah kolom di harian milin NU, Duta Masyarakat, Kamis, (13/09/2012). Dalam kolomnya berjudul “Pembunuhan Karakter Hukumnya Haram”, Arwani Faisal menjelaskan, fatwa haram atas pembunuhan karakter ini dikeluarkan sebagai wujud tanggung jawab moral sekaligus keprihatinan NU akan maraknya praktik pembunuhan karakter.

Menurut Arwani, praktik pembunuhan karakter atau upaya mencoreng reputasi guna menjatuhkan orang lain  terjadi dari lembaga politik hingga organisasi kemasyarakatan, bahkan lembaga keagamaan sekalipun.

Pembunuhan karakter, menurut NU, umumnya dilakukan dengan memanipulasi fakta kebenaran, pemberian dusta, serta melemparkan tuduhan melanggar norma agama, hukum maupun sosial dengan tendensius, tanpa melakukan konfirmasi terlebih dulu.

Selain itu pembunuhan karakter bisa juga dilakukan melalui cara membuka bahkan membeberkan hal-hal negatif, sekalipun itu fakta, terkait pihak yang menjadi sasaran ke khalayak ramai. Akibatnya reputasi seseorang menjadi rusak, karier terhambat, dipecat dari jabatan, sampai dikucilkan di tengah-tengah masyarakat.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pelanggaran berat dan Peran Media Massa

Pembunuhan karakter dalam pandangan fikih, termasuk pelanggaran terhadap konsep hifdzul `irdhi (harga diri) yang hukumnya haram sebab perbuatan ini tidak lepas dari perbuatan ‘kidzib (dusta), ghibah (gosip), namimah (memfitnah), dan, atau membuka rahasia orang lain.

“Terkait pembunuhan karakter ini, saya juga mengingatkan media massa, yang sering kali sengaja atau tidak sengaja terlibat di dalamnya. Ini harus menjadi perhatian media.

Meskipun  hanya sebagai pihak ketiga, media yang menyiarkan berita yang di dalamnya terkandung pembunuhan karakter juga ikut berdosa, bahkan lebih besar, karena dampaknya lebih luas,” tulis Arwani.

Semoga, peringatan Bahtul Masa’il ini juga ikut menjadi perhatian lembaga dan media yang melakukan pembunuhan karakter guna menjatuhkan reputasi dan citra kaum Muslim.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al Azhar Batalkan Izin Tabligh Akbar, FORPIJA Tetap Lakukan Aksi
Tulisan selanjutnya Quranic Quotient; Merefleksi Pembentukan Insan Qur’ani

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?