Hidayatullah.com–Direktur Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa B. Nahrawardaya, menyebut maraknya penembakan terhadap anggota Polri sangat membahayakan Republik ini.
Kata Mustofa, para pelaku yang bertindak sangat biadab itu disebutnya sebagai pelaku Gerakan Misterius (GM), yang menurutnya akan terus lakukan provokasi dan mengadudomba antara Masyarakat-Polri.
“Untuk itu, mari kita bantu Polri agar menemukan siapa aktor di balik GM tersebut,” kata Mustofa kepada hidayatullah.com, Rabu (21/08/2013).
Penggiringan opini terhadap pelaku penembakan, jelas dia, disinyalir akan terus dilakukan pula oleh GM. “Polri tidak boleh salah tangkap agar tidak menimbulkan fitnah baru di tengah Masyarakat,” tandasnya.
Seperti diketahui, pascapenembakan terhadap empat anggota Polri di wilayah hukum Polda Metro Jaya, sampai saat ini pelakunya masih misterius dan belum tersentuh pihak kepolisian.
Sejumlah pihak menyebutkan aksi teror terhadap polisi diantaranya dilatari oleh lemahnya pengawasan terhadap perdagangan dan peredaran senjata ilegal di Indonesia.
Banyaknya “pelabuhan tikus” di Indonesia, dianggap memungkinkan perdagangan senjata ilegal serta bahan perakitan senjata bisa saja produksi senjata di Indonesia dilakukan dengan mudah.*