Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Makanan Halal di Pesawat, Inilah Beda Indonesia dengan Tiongkok

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 November 2014 07:50 7:50 am
Ahmad
Dipublikasikan 18 November 2014 07:50
Bagikan
Makanan di pesawat.
Bagikan

Hidayatullah.com–Dalam penerbangan jarak jauh dengan menggunakan maskapai penerbangan komersial, para penumpang akan mendapat fasilitas makan. Setiap maskapai memiliki aturan yang berbeda soal makanan. Bagi penumpang Muslim tentu harus mengonsumsi makanan yang halal.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh memiliki pengalaman soal makanan halal di beberapa maskapai penerbangan internasional.

Misalnya saat Niam melakukan perjalanan Jakarta-Shanghai (Tiongkok) belum lama ini dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia GA 894. “Saat jam makan pagi tiba, saya disajikan terlebih dulu special request MOML (Moslem Meal). Saya tidak tahu kenapa Garuda Indonesia ikut pola SQ Airlines, Qantas, dan maskapai lain yang menyediakan menu eksklusif dengan tanda MOML, juga vegetarian?” Kata Niam kepada hidayatullah.com baru-baru ini.

Dengan pola ini, jelas Niam, kemudian bisa dipahami dengan logika terbalik, jika di luar makanan bertanda MOML tidak dijamin halal.

“Hal berbeda dengan Malaysia Airlines, Saudia, Qatar, dan sejenisnya yang secara umum (keseluruhan) menyajikan menu halal, yang layak dikonsumsi untuk semua penumpang, baik Muslim maupun yang bukan,” jelas Niam berkisah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Niam tidak habis pikir kenapa Garuda Indonesia yang merupakan maskapai penerbangan dari negeri mayoritas Muslim ini menggunakan cara pikir terbalik dalam pelayananannya. Kendati demikian, Niam tetap memberikan apresiasi usaha Garuda Indonesia.

Sesampai di Bandara Pudong Shanghai, Niam melanjutkan perjalanan menuju Langzhou dengan maskapai penerbangan domestik China Eastern.

“Lamanya penerbangan 3,5 jam. China, seperti kita tahu, sangat akrab dengan pork (babi). Sehingga memilih menu harus ekstra hati-hati. Saya bersiap puasa sepanjang hari karena saya berpikir akan susah cari menu yang menenangkan hati,” ungkap Niam

Ternyata di dalam pesawat Airbus yang berisi kurang lebih 140 penumpang, yang mayoritas penduduk lokal, Niam dikejutkan dengan menu makanan yang dibagikan.

“Pramugari dengan pakaian sangat sopan dan ramah membagikan dua boks makanan, satu snack dan roti, satunya ditawarkan, ayam dan nasi atau mie. Saya terkejut, karena seluruh menu yang dibagikan pada penumpang, tertulis dengan besar-besar “Halal”; Islamic Food, di bungkusnya,” kata Niam.

Makanan itu, lanjut Niam, dibagikan kepada seluruh penumpang baik itu penumpang Muslim atau bukan.

“Orang China yang jadi penumpang pun makan dengan lahap, tanpa protes dan resisten akan ada ‘Islamisasi’ atau meneriakkan isu sektarian,” tegas Niam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:makanan halal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya HTI Dukung Ormas Yang Tolak Ahok Sebagai Gunernur DKI Jakarta
Tulisan selanjutnya Ketegasan Pemerintah Ditunggu Untuk Kajian Strategis LGBT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?