Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sebut Penampakan Tuhan Beragam, Gus Hamid Sebut Haidar Bagir Ngelamun

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 Agustus 2015 07:25 7:25 am
Ahmad
Dipublikasikan 22 Agustus 2015 06:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Penerbit Mizan Group, Dr Haidar Bagir menyebutkan bahwa Indonesia menjadi negara yang kebetulan mayoritas Muslim dan sebetulnya secara orisinal Islamnya adalah Islam toleran yang menghormati kebhinekaan.

Sebetulnya, lanjut Haidar, kalau melihat dari awal Islam yang masuk ke Indonesia adalah Islam yang dalam pengertian yang mungkin tidak sama antara Nahdhatul Ulama (NU) dengan Muhammadiyah dan sebagainya adalah Islam yang dijalari entah itu tasawuf ataupun pemahaman tentang Islam sebagai agama akhlak.

“Dan lewat pemahaman seperti ini, Islam yang dipeluk oleh mayoritas bangsa Indonesia adalah Islam yang sebetulnya menghargai kebhinekaan,” kata Haidar dalam acara diskusi publik dan peluncuran buku “Fikih Kebhinekaan” di Aula Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Menteng, Jakarta, Kamis (20/08/2015).

Haidar yang mengaku mempelajari filsafat dan tasawuf menyampaikan bahwa Tuhan itu disebut-sebut sebagai yang tunggal dan sekaligus jamak. Menurutnya, multisiplitas dalam kesatuan, Tuhan adalah satu tetapi dalam tajalli atau penampakannya, Tuhan itu beragam.

“Nah, saya kira Islam itulah yang ada di Indonesia dan ini tematik yang sangat kuat tetapi kalau kita kalah militannya, saya khawatir ada banyak cara dari kelompok-kelompok anti toleransi itu untuk menyimpangkan pemahaman yang penuh toleransi ini dari kaum muslimin di Indonesia,” papar Haidar.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Karena itu, menurut Haidar, perlu dilakukan upaya-upaya khusus untuk menterjemahkan gagasan-gagasan seperti yang tertuang di dalam buku “Fikih Kebhinekaan” itu untuk menyaingi militansi yang ditampilkan oleh kelompok-kelompok anti kebhinekaan.

“Saya kira perlu adanya upaya sepeti itu supaya bisa masuk ke institusi-institusi masyarakat, masjid-masjid, sekolah-sekolah sehingga mudah-mudahan kita bisa menyaingi militansi yang luar biasa yang sekarang ditampilkan oleh kelompok-kelompok yang anti kebinekaan dan toleransi,” pungkas Haidar.

Tak Dikenal Al-Quran dan Sunnah

Sementara itu, Direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS), Dr. Hamid Fahmy Zarkasi menilai bahwa apa yang dimaksud toleransi oleh Haidar Bagir itu adalah pertama, arahnya dari orang Islam pada kelompok Syiah. Kedua, toleransi terhadap pemikiran yang tak sejalan dengan Islam.

“Kedua, toleransi terhadap pemikiran-pemikiran yang tidak sejalan dengan Islam,” ujar ulama yang kerap disapa Gus Hamid kepada hidayatullah.com, Jum’at (21/08/2015).

Menurut pimpinan redaksi jurnal ISLAMIA ini menyebutkan bahwa Haidar Bagir berusaha menggunakan tasawuf untuk menjelaskan keberagaman. Padahal menurutnya, tidak bisa menggunakan tasawuf (tajalli, red) untuk menjelaskan masalah-masalah di dalam ajaran agama, sebab itu bisa memunculkan pemahaman yang keliru atau salah. Sebab hal itu tidak diajarkan dalam Al-Quran atau As Sunnah.

“Tajalli Tuhan itu bentuknya adalah alam semesta ini dengan berbagai macam keragaman dan tidak mungkin Tuhan bertajalli dalam bentuk misalnya Sang Hyang Wedi, Tuhan Bapa atau Tuhan Yesus, atau reinkarnasi, itu tidak pernah ada ajarannya di dalam al-Qur’an maupun as-Sunnah. Itu salah besar dan dia ngelamun menurut saya kalau seperti itu. Inilah yang perlu dipahami,” papar pria yang memperoleh master bidang filsafat di Unversity of Birmingham, United Kingdom ini.

Gus Hamid, demikian ia akrab disapa menegaskan bahwa Tuhan dalam Islam itu hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan tidak ada Tuhan lain dan tidak ada nama Tuhan lain selain Allah semata. Tuhan-Tuhan lain tersebut, menurutnya, bukan tajalli-Nya Allah, melainkan semacam agama lain.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fikih kebhinekaanfilsafathaidar bagirmizan grouppenampakan TuhanTajallitasawuftoleransi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Meminum Air Zamzam Sebagai Sarana Kebaikan (3)
Tulisan selanjutnya Bukhori Yusuf: Negara Asing Usik Bangsa Indonesia Melalui Pemikiran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?