Hidayatullah.com– Wakil Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris mengatakan, sudah menjadi rahasia umum, di Jakarta masih terdapat kantong-kantong peredaran narkoba.
Dimana menurutnya dalam satu lingkungan terdapat bandar, pengedar, dan pemakai yang menjalankan bisnis narkoba.
Baca: Ketum Bang Japar: Atasi Masalah DKI, Pemprov Harus Libatkan Partisipasi Warga
“Selama narkoba masih marak, warga Jakarta tidak akan pernah bahagia,” ungkapnya pada acara Apel Akbar Pelantikan Ormas dan LBH Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) di Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (13/08/2017).
“Mereka ini seperti perusahaan. Ada ‘direkturnya’, ada ‘komisarisnya’, ada ‘investor’, ada ‘agen’, sampai ke distributor atau pengedar,” lanjut Ketua Umum Bang Japar itu.
Mata rantai peredaran narkoba itulah, kata Fahira, yang harus diputus dan masyarakat harus diberi ruang dan dilindungi untuk berperan memberantas narkoba.
“Bang Japar siap ambil peran itu,” ujar senator Jakarta ini kepada hidayatullah.com usai acara tersebut.
Bang Japar kini telah bertransformasi menjadi organisasi kemasyarakatan. Seiring itu, Bang Japar mulai meluncurkan berbagai program untuk mendukung realisasi berbagai janji kerja pemimpin baru DKI Jakarta.
Salah satunya dengan menginisiasi Kampung Anti Narkoba dan meluncurkan ambulans gratis untuk warga kampung yang ada di Jakarta.
Baca: Kawal Pemimpin Baru DKI Jakarta, Bang Japar Bertransformasi Jadi Ormas
Perlunya ormas mengambil peran dalam pemberantasan narkoba, karena semasif apapun aparat menangkapi bandar narkoba, peredaran narkoba akan tetap ada. “Jika masyarakat tidak ikut bergerak,” jelasnya.
Pada acara itu, Fahira juga mengatakan, untuk mengatasi kompleksitas permasalahan di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu melibatkan peran warganya.*