Hidayatullah.com– Eco Pesantren Daarut Tauhiid (DT) di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kembali mengadakan Kajian Tauhiid, kemarin Ahad (01/04/2018).
Kali ini terasa sangat istimewa. Selain dihadiri KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), juga hadir memberikan tausiyahnya adalah dai dan tokoh yang tengah populer saat ini, yakni Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Tuan Guru Bajang (TGB) Dr Muhammad Zainul Majdi, Gubernur NTB.
Kajian kali ini dikemas seperti sebuah talkshow dimana Aa Gym sebagai tuan rumah bertindak sebagai moderator dan duduk berada di tengah antara UAS dan TGB.
Dalam paparannya Aa, Gym menceritakan pengalamannya ketika banyak orang memuji, mengagumi, menyanjung, dan mengerumuninya namun kemudian berganti menjadi menghujatnya, mencaci, dan menjauhinya.
“Itulah sebagai salah satu contoh perjalanan manusia. Namun Alhamdulillah, pada hakikatnya Allah telah menyelamatkan saya lewat ujian dan teguran,” ungkapnya mengenang hadapan ribuan jamaah.
Ia melanjutkan, ketika itu dirinya merasa orang-orang yang dahulu mendekati dirinya kini tak lagi mau mendekat bahkan merasa tidak mengenalnya.
Lewat ujian tersebut, jika Allah berkendak maka dalam sekejap, harta, usaha, popularitas, puji, kagum, menjadi terbalik bahkan terpuruk pada titik nadir seperti sampah.
Namun dirinya memetik pelajaran bahwa kawan sejati adalah mereka yang mau bersama ketika sulit.
“Dari situlah kita menjadi tahu siapa teman kita yang sejati, mendekat saat manis dan pergi saat pahit. Kunci dari semua itu adalah pasrah dan berserah diri kepada Allah,” imbuhnya.
Sementara dirinya bercerita, kedua ulama yang berada di samping kiri dan kanannya terlihat terdiam sembari menundukkan pandangan. Di akhir cerita, Aa Gym menyampaikan pesan jangan sampai hal itu terjadi kepada UAS dan TGB.
Tak ada rasa canggung di antara ketiganya. Bahkan sesekali mereka saling memuji satu sama lain. Tidak hanya memberikan nasihat kepada jamaah yang hadir, mereka juga saling memberikan nasihat sesama tiga ulama besar ini.
Usai Aa Gym bercerita, keduanya secara bergantian memahami dan mengaku bahwa hal itu adalah pelajaran yang sangat berharga. Secara jujur, UAS mengaku bahwa Aa Gym adalah salah satu guru dan ulama yang dikagumi.
“Jujur, Aa Gym ini banyak memberi motivasi dan inspirasi dalam hidup saya. Saya banyak belajar dari beliau cuma ndak mondok di DT,” ungkapnya dengan senyum.
Baca: Tabligh Akbar UBN-UAS Dihadiri Gubernur Anies, Ulama, dan Ribuan Jamaah
Hal yang sama disampaikan juga oleh TGB.
Menurutnya, ulama seperti Aa Gym ini selain mempunyai kharisma, juga layak menjadi panutan umat di tengah krisis keteladan seorang publik figur. Secara pribadi TGB juga mengagumi sosok Aa Gym dan banyak belajar darinya.
“Saya menganggap Aa Gym ini sudah memulai dan berhasil salah satunya beliau mempunyai Manejemen Qalbu (MQ). Jika sudah berhasil memenej hati (qalbu), maka sudah saatnya memenej negeri,” ujarnya yang disambut riuh jamaah.
Di akhir tausiyahnya, ketiganya memimpin doa secara bergantian, mulai dari Aa Gym, UAS, dan terakhir TGB.
Inti dari doa ketiganya memohon agar Allah menyatukan hati dan langkah umat Islam Indonesia dalam ukhuwah.
Selain itu, ketiganya juga berdoa agar bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim ini diselamatkan Allah dari upaya perpecahan. Doa ini diamini ribuan jamaah yang hadir dengan sesekali terdegar isak tangis.*/ Abu Luthfi Satrio