Hidayatullah.com– Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PPP DPR RI Dapil NTB, Ermalena, menceritakan bagaimana kondisi bangunan korban gempa yang dinilainya bangunan tersebut bersifat sementara.
“Jadi namanya juga sementara, mereka bangun dari triplek, dari bekas bangunan-bangunan merek, tentu ini bangunan yang betul-betul sementara, kalau ditanya tahan gempa kalau dengan kondisi yang seperti itu Insyallah tahan gempa,” jelasnya ketika berdialog bersama Pro 3 RRI, Jumat (21/09/2018).
Menurutnya, bangunan tersebut tidak memenuhi untuk sebuah rumah hunian, karena sebuah rumah hunian itu harus nyaman, harus sehat, memenuhi standar.
“Tidak hanya untuk mereka meletakkan badan mereka tidur, kemudian besok mereka berada lagi di luar melakukan aktivitas-aktivitas harian itu tidak boleh,” ucapnya.
“Yang kita inginkan adalah sebuah rumah yang memang nyaman ditempati oleh masyarakat dengan persyaratan-persyaratan tertentu termasuk standar kesehatan,” lanjutnya.
Kalau dibangun dengan keterbatasan yang ada, diakui Ermalena, mereka sepakat hanya ingin terhindar dari angin, terhindar dari matahari dan hujan, tapi itu tentu tidak sehat bagi mereka untuk jangka panjang.
“Harusnya pemerintah segera untuk membangun itu. Ini harus disegerakan, saya mengatakan bahwa kita-kita yang tidak terdampak kan tidak merasakan teriknya matahari di siang hari di sebuah terpal, kemudian dinginnya malam juga di dalam terpal, ini kan tidak sehat sekali,” ungkapnya.
Namun, menurut Ermalena pemerintah memang bersungguh-sungguh untuk melakukan pekerjaan tersebut, dilihatnya pekerjaan pembersihan puing sedang dijalankan tapi karena kurang banyaknya alat berat yang berada di lapangan tidak memungkinkan untuk melakukan percepatan pembersihan puing bisa diselesaikan.
“Dan kemudian juga bahan bakunya kan sekarang sudah mulai bergerak, tentunya saya berharap dalam enam bulan ini betul-betul terjadi. Kalau pun tidak tentu saya sebagai wakil NTB akan mempertanyakan dan mengawasi dan memantau pelaksanaan recovery terhadap Lombok bangkit ini,” tegasnya.*