Hidayatullah.com- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan pandemi Covid-19 belum berakhir dan telah memakan banyak korban. Dengan begitu ia meminta kepada seluruh unsur Muhammadiyah selalu memberi manfaat dan menjadi penyelesai masalah dalam menghadapi virus corona.
“Pandemi belum berakhir, semua pihak harus tetap waspada. Jangan abai dan menganggap ringan wabah ini dengan bertindak tidak disiplin. Perbuatan orang tidak disiplin dapat berdampak luas bagi penularan virus dan keselamatan jiwa orang lain,” kata Haedar Nasir dalam pidatonya di milad Muhammadiyah ke-108 tahun, Rabu (18/11/2020).
Haedar juga mengingatkan untuk senantiasa disiplin. ”Disiplin 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) adalah ikhtiar untuk menjaga diri manusia supaya tidak tertular dan menulari masyarakat lainnya,” ujarnya.
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya,” tutur Haedar sambil membacakan firman Allah dalam Qur’an Surah al-A‘rāf ayat 56. “Allah Subhanahu Wata’ala melarang siapapun berbuat kerusakan. Ikutlah teladan Nabi yang membawa misi dan menyempurnakan akhlak mulia, rahmat bagi alam semesta,” lanjutnya.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyebut Muhammadiyah ikut berperang melawan berbagai hoaks soal Covid-19. Termasuk terkait vaksin.
“Saya berharap Muhammadiyah dapat ikut membantu memberikan penjelasan dan pemahaman yang benar agar masyarakat tidak mendapatkan informasi keliru atau hoaks yang merugikan,” kata Jokowi dalam sambutan secara daring di Jakarta, Rabu (18/11/2020).
Menurutnya, saat ini pemerintah sedang mempersiapkan secara cermat, hati-hati, dan matang pengadaan vaksin Covid-19. Dengan begitu, antivirus dapat membuat Indonesia segera pulih dan bangkit melalui vaksin yang aman.
“Keamanan vaksin, juga mempertimbangkan unsur lain. Yaitu kehalalan dan persebaran yang merata. Memastikan keamanan, efektivitas, kehalalan dan akses masyarakat pada vaksin,” ujar kepala negara itu.*