Hidayatullah.com–Penyebah bisnis obat herbal Indonesia tidak berkembang di Indonesia, salah satu faktonya adalah riset ilmiah yang masih di perdebatkan.
Praktisi Obat Herbal Indonesia sekaligus Pendiri Yayasan Restura Indonesi, Moch. Sudjana, mengatakan riset mengenai obat herbal selama ini sudah ada, tetapi tidak pernah dipublikasikan.
“Riset saya membuktikan jika obat herbal berkhasiat pada penderita diabetes, itu ada buktinya dari laboratorium medis. Mengapa katanya tidak ada bukti? Karena tidak ada lembaga yang memunculkan bukti tersebut,” ujar Sudjana dikutip Kompas, Ahad (23/3/2014).
Oleh karena itu pihaknya akan berupaya bekerja sama dengan seluruh elemen untuk mengangkat bisnis obat herbal tersebut. “Ini yang saya upayakan dengan merekrut dari akademisi dan dari Kadin ataupun dari praktisi-praktisi lainnya supaya ini bisa diangkat baik di Indonesia maupun di dunia,” katanya.
Sebelumnya, Sudjana mengatakan stagnannya bisnis obat herbal Indonesia karena adanya keentingan bisnis yang ingin memojokan bisnis obat herbal, yaitu para investor obat kimia yang menguasai bisnis obat di Indonesia. Padahal potensi pasar domestik Indonesia mencapai Rp25 triliun per tahun.
Berdasarkan data Kementrian Perdagangan, nilai impor obat tradisional dan herbal sepanjang tahun 2011 mencapai 40,5 juta dollar AS. Indonesia mengimpor 60 persen dari obat-obatan herbal dari negara lain yaitu China dan India.*