Hidayatullah.com–Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan pada hari Ahad (19/12) kemarin, bahwa ia memilih jalur perdamaian, serta mendesak Israel untuk mengakhiri konflik dan mengedepankan perdamaian daripada penjajahan. Demikian dilansir Al-Jazeera.net (20/12).
Pernyataan tersebut dikeluarkan Abbas ketika pertemuan dengan sekitar seratus tokoh Israel, termasuk di antaranya anggota Knesset, politikus, akademisi dan wartawan yang tergabung dalam Koalisi Perdamaian Palestina-Israel di Ramallah.
Abbas mengatakan kepada delegasi Israel bahwa pemukiman Yahudi di Tepi Barat itu melemahkan negara Palestina yang diidam-idamkan, dan tidak membawa solusi kepada kedua negara.
Ia juga menekankan perlunya memanfaatkan kesempatan untuk mencapai perdamaian antara Palestina dan Israel di saat kedua belah pihak memiliki kemauan untuk berdamai, serta adanya upaya internasional untuk hambatan-hambatan dalam perdamaian.
Selain itu Abbas juga mendengarkan masukan dari beberapa pihak mengenai pentingnya mempromosikan pertemuan seperti ini yang diselenggarakan oleh koalisi perdamaian dari Palestina dan Israel, serta adanya kemungkinan untuk mencapai perdamaian berdasarkan solusi dari kedua belah pihak.
Di akhir pertemuan, Abbas menghimbau kepada peserta pertemuan itu agar membantu dalam mengunakan kesempatan ini untuk mencapai perdamaian, demi generasi selanjutnya. (sdz/jzr/hidayatullah.com)
Abbas Ngaku Berkomitmen Untuk Berdamai
