Hidayatullah.com–Yayasan Al-Quds internasional mengungkapkan rencana terbaru Zionis untuk membangun museum baru di bagian barat daya Al-Buraq, samping Masjid Al-Aqsha.
Yayasan yang bermarkas di Beirut dalam pernyataan persnya, Kamis (12/04/2012) mengatakan, penjajah Israel berencana menggusur tiga acre tanah warga untuk pembangunan museum yahudi bertepatan dengan rencana pembangunan Kuil secara rinci no 11053.
Ia menjelaskan, rencana Israel ini merupakan langkah terbaru Zionis untuk meningkatkan areal Al-Buraq yang diumumkan pihak Israel secara resmi Oktober 2010 dengan tujuan mengembalikan bangunan kuil haikal demi menguasai tempat tersebut yang sesuai dengan pandangan Yahudi.
Rencana Zionis-Israel bersamaan dengan penghancuran gerbang Al-Mugaribah dan perluasan areal Al-Buraq bagi jema’ah yahudi serta parkiran mobil dan pembangunan terowongan yang menghubungkan sejumlah wilayah permukiman Yahudi.
Ia menyebut, kegiatan Israel ini dilakukan untuk memberikan kesan bahwa kota Al-Quds adalah kota yang bernuansa Yahudi lebih banyak ketimbang nuansa Islamnya. Selain untuk mensosialisasikan kedustaan mereka degan menambah bangunan sinagog, museum Talmud dan tempat kunjungan wisata.
Dengan ini lembaga meminta semua pihak untuk bergerak secepatnya menghadang rencana Zionis. Karena pembangunan museum ini menyatu dengan proyek penghancuran jembatan Al-MUgaribah dan bangunan museum. Ia juga minta dunia Arab dan Islam bergerak menghentikan rencana Zionis tersebut.
Makam jadi Parkir
Sebelum ini, tanggal 9 April kemarin, Yayasan Al Aqsha untuk Perwakafan dan Peninggalan mengabarkan, bahwa penjajah Zionis akan mengubah pemakaman Islam di Asqalan sebagai tempat parkir. Masalah ini akan di gulirkan di Kneset pada pekan depan, demikian lansir Al Jazeera (9/4/2012).
Abdul Majid Ighbariyah dari Yayasan Al Aqsha yang bertanggung jawab dalam masalah tempat-tempat suci menyatakan bahwa sebagian makam telah dijadikan tempat parkir, meskipun hal itu belum resmi. Ia juga menyatakan penolakan terhadap penggunaan makam sebagai lahan parkir baik untuk sementara maupun permanen.
Ighbariyah juga menjelaskan bahwa yang tersisa dari pemakaman Asqalan saat ini hanya beberapa puluh makam saja dan pihaknya bersama pemerintah lokal Asqalan bersepakat menanam pohon zaitun di sekeliling makam untuk memagari dan menolak pemarkiran mobil di kolaksi tersebut.
Sebagaimana juga disampaikan oleh anggota Kneset dari Arab Jamal Zahaliqah bahwa penggunaan makam Asqalan sebagai tempat parkir merupakan penghinaan terhadap kehormatan umat Islam dan syiar-syiar agama mereka.*