Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Yassir Arafat Ternyata Diracun Polonium

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 4 Juli 2012 12:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemimpin Palestina Yassir Arafat yang meninggal tahun 2004 diracun dengan polonium, begitu menurut temuan riset laboratorium yang dilakukan di Swiss.

Al Jazeera, Selasa (3/7/2012) melaporkan, analisa dilakukan atas sampel biologis yang diambil dari barang-barang milik mendiang Arafat, yang diberikan kepada istrinya, Suha, oleh rumah sakit militer di Paris tempat Arafat menghembuskan nafasnya yang terakhir. Demikian dikatakan oleh Francois Bochud, pimpinan Institute of Radiation Physics di Universitas Lausanne.

Kepada Al Jazeera Bochud berkata, “Kesimpulannya, kami memang menemukan polonium dalam jumlah yang signifikan pada sampel-sampel ini.”

Polonium pernah dipakai untuk membunuh mantan mata-mata Rusia yang kemudian menjadi kritikus Kremlin, Alexander Litvinenko. Pada tahun 2006, Litvinenko tewas setelah minum es teh di sebuah hotel di London, yang kemudian diketahui mengandung zat radioaktif polonium.

Untuk membuktikan teori bahwa Arafat meninggal karena diracun dengan polonium, Bochud mengatakan, kuburan Afarat harus digali kembali untuk mengambil sampel dari jasadnya.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

“Jika (Suha) benar-benar ingin mengetahui apa yang terjadi dengan suaminya, (kami perlu) mendapatkan sampel. Maksud saya, penggalian kuburnya … bisa memberikan kita sampel yang pasti akan mengandung polonium dalam jumlah banyak, jika dia memang diracun,” kata Bochud.

Yassir Arafat meninggal pada 11 Nopember 2004, beberapa pekan setelah mendapat perawatan medis. Pemenang hadiah Nobel Perdamaian itu dirawat di Prancis dengan diangkut lewat udara dari Tepi Barat.

Para pejabat Prancis, dengan berlindung dibalik undang-undang kerahasiaan, menolak mengungkapkan penyebab pasti kematian Afarat dan menolak menjelaskan bagaimana kondisi kesehatan pemimpin PLO itu sebenarnya.

Para pejabat Palestina menduga, Arafat diracun oleh musuh besar mereka, Israel.

Pada tahun 2005, sebuah penyelidikan yang tidak tuntas atas kematian Arafat memperkirakan, kematian pemimpin berusia 75 tahun itu disebabkan oleh kanker, AIDS atau racun.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratepalestinaracun
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rokan Hulu Terapkan Program PNS Hafal Al Quran
Tulisan selanjutnya Ada Jaringan Tempat Penyiksaan di Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?