Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Media Ibrani: Pasukan ‘Israel’ Tidak akan Tinggalkan Gaza Sebelum 2026

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 15 November 2024 10:29 10:29 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 15 November 2024 11:00
Bagikan
Kehancuran menyeluruh RS Al Shifa di Gaza setelah penghancuran oleh penjajah 'Israe;' (Quds News Network @QudsNen)
Bagikan

Hidayatullah.com – ‘Israel’ mempercepat rencananya untuk mendirikan kehadiran permanen di Jalur Gaza, dengan harapan dapat bertahan di sana hingga akhir 2026.

“Pekerjaan berjalan dengan kecepatan penuh,” lapor surat kabar ‘Israel’ Haaretz. “Jalan-jalan lebar sedang dibangun, antena seluler sedang dipasang, jaringan air, pembuangan limbah, dan listrik sedang dibangun, dan tentu saja, ada gedung-gedung, beberapa portabel dan yang lainnya tidak,” tambahnya

Salah satu tahap kehadiran permanen adalah penghancuran bangunan sistematis di seluruh Gaza, untuk memastikan bahwa para pejuang perlawanan tidak dapat bersembunyi di dalamnya.

Pasukan ‘Israel’, sebagai bagian dari operasi pemusnahan dan pengusiran warga Palestina di Gaza utara, menggusur puluhan ribu orang untuk mengubah daerah tersebut menjadi zona militer. Haaretz menegaskan bahwa banyak warga Palestina yang menolak untuk pergi, meskipun ada ancaman terkena bom dan artileri ‘Israel’.

“Menurut rencana yang sedang dijalankan, tentara bertindak untuk menguasai tidak kurang dari empat wilayah besar di berbagai bagian Jalur. Salah satu yang paling menonjol adalah koridor Netzarim,” kata Haaretz.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Koridor Netzarim, yang membelah Gaza menjadi dua dan mencegah kembalinya para pengungsi Palestina ke jalur utara, didirikan pada bulan-bulan awal perang Gaza dan sejak saat itu telah berubah menjadi fasilitas militer yang luas dengan pusat-pusat penahanan dan perumahan permanen bagi para tentara.

Laporan Haaretz menambahkan bahwa “grafik pertempuran untuk tahun 2025” telah didistribusikan kepada para tentara dalam beberapa minggu terakhir.

“Dari apa yang terlihat di lapangan, IDF tidak akan meninggalkan Gaza sebelum tahun 2026,” ujar seorang perwira brigade di Gaza kepada surat kabar tersebut. “Ketika Anda melihat jalan-jalan yang diaspal di sini, jelas bahwa ini tidak dimaksudkan untuk manuver darat atau untuk serangan pasukan ke berbagai tempat. Jalan-jalan ini mengarah, di antara tempat-tempat lain, ke tempat-tempat di mana beberapa pemukiman dipindahkan.”

Surat kabar Ibrani Yedioth Ahronoth melaporkan pada 10 November bahwa tentara Israel telah membangun instalasi militer permanen di seluruh Gaza yang bertujuan untuk membangun kehadiran jangka panjang dan membagi jalur tersebut menjadi tiga zona terpisah.

Menurut laporan tersebut, tentara Israel berencana untuk memisahkan Gaza utara, tengah, dan selatan satu sama lain. Beberapa koridor darat baru telah dibangun dalam beberapa bulan terakhir, termasuk satu koridor yang bertujuan untuk memutus kota utara Beit Hanoun, Beit Lahia, dan Jabalia dari Kota Gaza.

Pemerintah Israel menyangkal bahwa Tel Aviv bekerja untuk membangun kembali permukiman Yahudi di Jalur Gaza, yang dievakuasi pada tahun 2005. Namun, para tentara di Gaza dan pejabat pemerintah secara terbuka mengungkapkan aspirasi mereka untuk mengusir warga Palestina dari jalur tersebut dan membangun kembali blok pemukiman Gush Katif – seperti yang disebut di masa lalu.

Bulan lalu, partai Likud Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyelenggarakan sebuah konferensi dengan judul “Mempersiapkan Pemukiman di Gaza”. Konferensi tersebut dihadiri oleh beberapa menteri pemerintah.

Haaretz melaporkan pada awal tahun ini bahwa kehadiran Israel yang “tidak terbatas” di Gaza secara bertahap membuka jalan bagi pemukiman ilegal di jalur tersebut.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida Gazapemukiman YahudiPerang GazaPerang Palestina-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kelompok Advokasi Muslim Terbesar AS Tetapkan Joe Biden sebagai Penjahat Perang
Tulisan selanjutnya Kejagung Akui 5.000 Pegawai Kejaksaan Main Judi Online, Sebutnya Iseng

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?