Kerugian Zionis Bertambah Akibat Pemboikotan Ekonomi
Hidayatullah.com–Sekjen Inisiatif Nasional Palestina, Dr. Mustafa Barghotsi menegaskan bahwa kerugian permukiman-permukiman Zionis di Tepi Barat terus bertambah akibat pemboikotan ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Mustafa Barghotsi di sela-sela konferensi Gerakan Pemboikotan Ekonomi untuk Produk Penjajah Zionis, yang diadakan di al Bira, Senin (17/02/2014), sebagaimana dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC).
Barghotsi mengatakan, gerakan pemboikotan ini bukan hanya berhasil, namun telah memasuki tahap kritis juga.
Menurutnya ada perluasan besar pada jumlah lembaga pemboikotan rakyat dan sipil di Eropa. Dengan demikian, strategi yang menggabungkan antara perlawanan rakyat dan pemboikotan merupakan jalan utama untuk merubah situasi dan perubang perimbangan untuk kepentingan rakyat Palestina dan memaksa penjajah Zionis mengalami kerugian.
Mengenai dana 100 juta shekel yang dialokasikan penjajah Zionis untuk melawan kampanye pemboikotan, Mustafa Barghotsi mengatakan, “Ini membuktikan keberhasilan kampanye ini.”
Dia juga mempertanyakan, “Jika benar kampanye ini gagal, apakah Israel akan mengalokasikan dana dan melakukan langkah-langkah perlawanan terhadap kampanye pemboikotan ini?”
Dia menegaskan bahwa Israel hari ini sudah masuk dalam krisis dan tidak akan ada yang menyelamatkannya dari itu kecuali pengakuan hak-hak sah rakyat Palestina.
“Upaya dalam kampanye pemboikotan di luar negeri ini harus tidak melupakan kita bawah kita harus melakukan pemboikotan di dalam negeri, di mana komsumsi pasar Palestina terhadap produk Zionis mencapai 4 milyar dollar,” ujarnya.
Barghotsi juga menyerukan pemboikotan seluruh barang Zionis dan bukan hanya hasil dari permukiman-permukiman Yahudi saja.
Soal dampak pemboikotan ini sudah pernah diakui Menteri Luar Negeri Zionis Avigdor Leberman. Ia pernah menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan entitas Zionis mengalami pemboikotan internasional bila tidak tercapai kompromi politik dengan pihak Palestina.
“Israel tidak meremehkan kemungkinan mengalami pemboikotan. Namun (Israel) mampu untuk mengatasi fenomena ini seperti yang dilakukan di masa lalu,” demikian Lieberman dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC).
Sebelumnya, manajer perusahaan Shamir Salads, mengatakan ia merugi sebanyak 115.000-143.000 dolar sebulan sejak boikot produk ‘Israel’ terjadi di Palestina dan Eropa.*