Hidayatullah.com–Jalanan Kota Nablus hari Kamis (30/11/2017) dibanjiri oleh ribuan rakyat Palestina. Mereka mengiringi jasad seorang yang mereka anggap pahlawan. Namanya Mahmud Za’li Ahmad ‘Audah.
Ribuan manusia itu mengiringi jasad sang pejuang sedari keluarnya jasad asy-syahid dari Rumah Sakit Rafedeya, Nablus. Penjajah Israel membunuhnya dengan sebutir peluru yang mengoyak kepalanya yang mulia.
Kemudian jasad Mahmud dibawa menuju rumah duka. Hingga disholatkan dan dikebumikan.
Baca: Tiga Pemuda Palestina Syahid Pasca Baku Tembak Aksi Bela Masjid al Aqsha
Seperti yang diwartakakan langsung dari lokasi oleh media Brigadir Al-Qassam, alqassam.ps, sepanjang jalan mengiringi jenazah iring-iringan masa terus menerus meneriakan ikrar setia terhadap jalan yang telah ditempuh oleh Mahmud Za’li Ahmad ‘Audah, yaitu ikrar jihad.
Gugurnya para syuhada dari hari ke hari, tiada akan mengecilkan sama sekali gelora juang mereka, bahkan sebaliknya rakyat Palestina akan terus berjuang, berjihad fi sabilillah, demi agama, nusa dan bangsa.
Belum diketahui secara pasti alasan Mahmud ditembak mati oleh Penjajah. Pasalnya, saat di mana dia ditembak Mahmud sedang asik bekerja seperti biasa di ladang sekitar rumahnya.
Kejadian seperti ini sudah biasa terjadi di alam penjajahan Zionis Israel terhadap Palestina, yaitu cukup dengan alasan bahwa dia muslim, penduduk palestina, kemudian tidak senang terhadap penjajahan, maka Penjajah merasa berhak menangkap, menyiksa sampai membunuhnya tanpa ampun.*/MR Utama