Hidayatullah.com–Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 500 orang Palestina luka- luka hari Jumat (13/04/2018) oleh pasukan penjajah Israel, yang menggunakan peluru tajam dan gas air mata untuk mengusir warga Palestina dalam ‘Aksi kembali ke Palestina’ yang terjajah Jumat ketiga.
Kerusuhan terjadi setelah ribuan warga Palestina mengadakan aksi damai yang popular dijuluki ‘The Great March of Return’ yang dijadwalkan akan berlangsung sampai pertengahan Mei. Aksi Protes itu sudah mengakibatkan lebih dari 33 orang gugur dan ribuan lainnya luka- luka.
Para pengunjuk rasa berkumpul di tenda-tenda beberapa ratus meter dari pagar perbatasan. Setelah kelompok-kelompok kecil mendekati pagar sambil membakar bendera Israel dan ban mobil, serta melemparkan batu, tentara Israel menembakkan peluru tajam dan gas air mata.
Dikutip Palestine Information Centre (PIC), Kementerian kesehatan menginformasikan gugurnya Islam Hirzullah (28) akibat tembakan zionis di bagian perut, di Gaza Timur, dan korban luka mencapai 968 orang, termasuk 17 petugas medis dan jurnalis.
Dengan data korban baru ini, seluruhnya korban yang gugur menjadi 34 orang, kata kementerian itu. Sasaran lainnya para jurnalis, 5 orang wartawan mengalami luka-luka, satu kritis.
Baca: Video Sniper Zionis Merayakan Penembakan Warga Palestina Memancing Kemarahan
Semakin meningkatnya jumlah korban, kementerian keseatan di Gaza menyerukan pihak internasional mengirimkan perlengkapan medis dan obat-obatan.
Para pengunjuk rasa menuntut diakhirinya blokade yang telah berlangsung satu dasawarsa, dan kembalinya para pengungsi Palestina ke desa-desa mereka, di mana leluhur mereka tinggal sebelum dipaksa mengungsi setelah pembentukan ‘nega palsu’ Israel pada tahun 1948.
Israel berulang- ulang telah mengesampingkan hak mereka untuk kembali karena khawatir Israel akan kehilangan mayoritas warga Yahudi.
Baca: 3078 Warga Palestina Terluka, Ratusan Kritis dalam Aksi Damai Dua Pekan Ini
Beberapa kelompok HAM mengatakan peraturan penembakan di tempat oleh Israel , melanggar hukum karena pasukan bisa menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa yang tidak bersenjata.
Amnesty International menuntut Jumat agar Israel “mengakhiri dengan segera penggunaan kekuatan yang berlebihan yang digunakan untuk menumpas demonstrasi warga Palestina di Gaza.” Amnesty juga menegaskan kembali tuntutannya untuk penyelidikan independen terhadap pembunuhan para demonstran itu.
Militer Israel mengatakan, pihaknya menanggapi “dengan cara pembubaran perusuh dan menembak sesuai dengan peraturan yang berlaku.”
Dalam aksi hari Jumat kemarin, ratusan peserta aksi pawai kepulangan akbar Jumat ketiga, mengibarkan bendera Palestina ke ketinggian maksimal, mencapai 25 meter di kawasan Gaza Utara.
Ribuan warga Palestina merespon seruan komite aksi pawai kepulangan, ratusan dari mereka membawa bendera Palestina untuk dikibarkan, dan sejumlah lainnya membawa bendera zionis untuk dibakar.
Para pemuda Palestina menggunakan tiang tinggi untuk mengibarkan bendera Palestina di ketinggian maksimal di lima kemah kepulangan, untuk menarik perhatian dunia terhadap hak Palestina.*