Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Reebok Injak Palestina dengan Meluncurkan Sneaker “Israel 68”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Mei 2016 08:20 8:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Mei 2016 08:20
Bagikan
Reebok bela Zionis: Ini bukan pertama kalinya Adidas Group membantu penjajah Israel
Bagikan

Hidayatullah.com–Sepatu sneaker edisi khusus “Israel 68” Reebok telah diumumkan di Koran Israel, Jerusalem Post.

Brand perlengkapan olahraga internasional Reebok telah mengeluarkan sebuah sneaker edisi khusus untuk memperingati ulang tahun ke 68 tahun dari apa yang Israel sebut “Hari Kemerdekaan”. Maksudnya, 68 tahun penjajahan dan perampasan tanah Palestina.

Sepatu tersebut, dengan tulisan “Israel 68” yang terpampang di bagian tumit, “akan dijual pada “Hari Kemerdekaan” dalam lelang yang akan dilakukan di halaman Facebook Reebok.

Moshe Sinai, CEO Reebok Israel, mengatakan pada harian itu bahwa “sneaker tersebut akan dirilis sekali sebagai perayaan bagi kolektor sneaker di Israel dan dunia.”

Tetapi dengan merayakan berdirinya Israel, Reebok, yang dimiliki oleh Adidas Group Jerman, juga mendukung menutup-nutupi sejarah dan penjajahan berdarah yang terjadi pada rakyat Palestina saat ini.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Pembersihan etnis

Bermulai pada akhir 1947 hingga 1948, milisi Zionis melakukan pembersihan etnis Palestina dalam serangkaian operasi yang telah direncanakan dengan baik.

Dalam insiden yang dikenal sebagai Nakbah (Nakba/ teror dan pengusiran besar-besaran warga Palestina oleh Zionis Israel tahun 1948) dimana sekitar 750.000 rakyat Palestina diusir dari rumah mereka dan ratusan kota dan desa dihancurkan di tempat yang sekarang menjadi Israel.

Tujuh Juta Rakyat Palestina Diusir Sejak Peristiwa Nakbah 1948

Hari Nakbah dan Momok Baru Israel

Hingga hari ini, Israel menolak hak pengungsi Palestina dan anak-anak mereka untuk kembali ke tanah mereka hanya karena semata-mata mereka bukanlah Yahudi.

Sementara itu, hampir setengah abad, rakyat Palestina di wilayah penjajahan Tepi Barat dan Gaza telah hidup di bawah penjajahan brutal militer Israel yang menolak hampir semua hak dasar, sementara pemukim Israel mencuri dan menguasai tanah mereka serta melakukan pelanggaran hukum internasional.

Tidak diakuinya insiden Nakbah merupakan kebijakan resmi Israel. Pemerintah akan menghukum institusi apapun yang memperingati hari itu.

Sementara perusahaan internasional lain, termasuk Orange dan Veolia, pergi dari Israel karena rusaknya reputasi karena melakukan bisnis dengan seorang pelanggar besar hak asasi manusia, sangatlah berani bagi Reebok dan Adidas menghubungkan secara dekat produk mereka dengan masa lalu berdarah Israel dan masa kini.

Tetapi ini bukanlah pertama kalinya Adidas Group membantu Israel menutup-nutupi imej mereka. Pada 2012, Komite Nasional BDS (BNC) Palestina menyeru untuk memboikot perusahaan tersebut karena mensponsori “Jerusalem Marathon” Israel.

BNC, kelompok yang memimpin kampanye boikot, divestasi dan sanksi Palestina, mengatakan bahwa marathon itu, yang didukung oleh otoritas Israel, “secara ilegal melalui wilayah penjajahan Jerusalem Timur dan mendukung semakin kuatnya cengkraman Israel atas penjajahan wilayah Palestina.”

Saat itu, Adidas menolak untuk menarik dukungannya, tetapi tahun ini, brand Amerika New Balance yang menjadi “sepatu lari resmi” marathon tersebut.

Serangan terhadap para atlit

Adidas merupakan sponsor besar dari event-event olahraga di seluruh dunia, jadi secara khusus ironis bahwa sebuah brand Adidas secara terang-terangan mendukung Israel meskipun serangan tanpa ampun Israel terhadap atlit-atlit Palestina dan fasilitas olahraga.

Pelanggaran Israel telah membawa pada meningkatnya seruan untuk memboikot perolahragaan Israel sama seperti yang ditimpakan pada apartheid Afrika Selatan.

Adidas mengklaim bahwa mereka “mengakui tanggung jawab perusahaannya untuk menghargai hak asasi manusia dan betapa penting untuk menunjukkan bahwa kami mengambil langkah yang dibutuhkan untuk memenuhi kewajiban sosial ini.”

Salah satu cara yang harus dilakukan bukanlah dengan menginjak-injak rakyat Palestina dengan secara terbuka merayakan para penindas mereka.

Permintaan untuk berkomentar telah dikirim ke Reebok dan Adidas Group.

Lebih dari tujuh juta pengungsi Palestina yang terusir dari rumah dan lahannya sejak peristiwa An-Nakbah (teror dan pengusiran besar-besaran warga Palestina oleh ‘israel’), masih berharap bisa kembali ke tanah suci Palestina. Kebanyakan mereka menolak usulan pertukaran tanah.

Banyak dari keluarga yang meninggalkan Palestina masih memegang kunci rumah mereka setelah dipaksa pergi dari lahan dan rumahnya di bawah todongan senjata. Peristiwa Nakbah ini terjadi pada bulan Mei 1948.

Rancangan produsen sepatu olahraga Reebok khusus untuk Israel dalam memperingati hari penjejahan ke-68 dan bertepatan dengan Peringatan Nakbah Palestina jelas melukai seluruh warga Palestina dan umat Islam seluruh dunia.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adidasNakbaNakbahpalestinaPengusiranreeboksepatusneaker
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Foto Senyum Warga Iran di Poster Kota Suriah yang Hancur Undang Kemarahan Publik
Tulisan selanjutnya Didatangi Ormas, ISBI Hentikan Kegiatan “Sekolah Marx”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?